BORNEONEWS, Palangka Raya - Kalimantan Tengah mencatat kenaikan signifikan pada Indeks Konsumsi Rumah Tangga Petani atau IKRT bulan Maret 2025 sebesar 1,64 persen.
Dari posisi 126,35 pada Februari, indeks ini meningkat menjadi 128,42. Kenaikan ini mencerminkan perubahan nilai pengeluaran yang dibayarkan oleh petani untuk kebutuhan sehari-hari.
"Peningkatan ini dipengaruhi oleh lonjakan harga pada beberapa kelompok pengeluaran. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencatat kenaikan tertinggi sebesar 14,99 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Sabtu, 12 April 2025.
Selain itu, lanjut Agnes, kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 1,05 persen, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,92 persen, serta kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,40 persen.
"Secara tahunan, IKRT Kalimantan Tengah menunjukkan peningkatan sebesar 2,38 persen dibandingkan Maret 2024," katanya lagi.
Peningkatan tersebut terutama didorong oleh kenaikan signifikan pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 6,88 persen. Ini mencerminkan tingginya kebutuhan terhadap produk dan layanan di sektor ini.
"Selain kelompok perawatan pribadi, kenaikan tahunan juga terlihat pada kelompok pendidikan sebesar 3,03 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 3,02 persen, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,00 persen," tutur Agnes.
Kenaikan ini menunjukkan pola konsumsi petani yang mulai beralih ke pengeluaran yang lebih beragam.
Kelompok penyediaan makan dan minuman atau restoran, pakaian dan alas kaki, serta perlengkapan rumah tangga juga mengalami peningkatan masing-masing sebesar 2,92 persen, 2,70 persen, dan 2,62 persen. Hal ini menggambarkan adanya perbaikan daya beli petani yang diiringi dengan kebutuhan gaya hidup yang lebih baik.
"Dengan kenaikan IKRT ini, pemerintah diharapkan dapat memberikan perhatian lebih pada sektor-sektor yang mengalami lonjakan harga, terutama perumahan, untuk menjaga keseimbangan ekonomi petani. Data ini juga menjadi refleksi penting dalam memahami pola konsumsi dan tantangan ekonomi yang dihadapi petani di Kalimantan Tengah," kata Agnes.(TESTI PRISCILLA/R)









