PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Gedung GKE Maranatha Palangka Raya, Sabtu, 12 April 2025.

Kegiatan berlangsung di kawasan Gereja Maranatha, Jalan Diponegoro Nomor 14, Palangka Raya, dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan.

Acara tersebut diawali dengan laporan oleh Ketua Panitia Pelaksana Pembangunan Gereja Maranatha, Rawing Rambang.

"Tujuan pembangunan gedung Gereja Maranatha ini tidak hanya membangun kembali bangunan gereja yang telah terbakar, tetapi juga diharapkan menjadi simbol pelayanan dan persatuan jemaat GKE Maranatha," kata Rawing.

Dengan adanya pembangunan gedung baru dan gerakan peduli lingkungan ini, diharapkan semangat kebersamaan terus tumbuh di Kalimantan Tengah.

Peletakan batu pertama oleh Gubernur H Agustiar Sabran menjadi momen yang penuh makna. Dalam pengantarnya, Gubernur menyampaikan harapannya agar gedung baru ini dapat menjadi tempat yang mendukung kegiatan spiritual sekaligus mempererat tali persaudaraan di Kalimantan Tengah.

Kegiatan ini tidak hanya berhenti pada pembangunan gedung gereja, tetapi juga disertai dengan Penanaman Pohon Bersama Lintas Iman.

Gerakan ini mengusung semangat menjaga alam Kalimantan Tengah sambil merawat kebersamaan antarumat beragama.

Gubernur beserta perwakilan lintas iman turut ambil bagian dalam penanaman pohon sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan.

Acara tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak yang hadir, termasuk tokoh lintas agama yang menilai kegiatan ini sebagai langkah positif untuk mendorong solidaritas sosial.

"Penanaman pohon bersama di sekitar kawasan gereja diharapkan dapat memberikan manfaat ekologis sekaligus menjadi tanda persatuan," kata Daryana, perwakilan dari umat beragama Islam.

Setelah rangkaian peletakan batu pertama dan penanaman pohon selesai, acara dilanjutkan dengan kebaktian singkat yang dipimpin oleh pemimpin jemaat GKE Maranatha. Kebaktian ini memberikan pesan spiritual dan refleksi akan pentingnya bekerja sama demi kebaikan bersama.

Acara peletakan batu pertama ini menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan spiritual dan sosial masyarakat Kalimantan Tengah, mencerminkan kolaborasi antarumat beragama dalam menjaga alam dan membangun kehidupan yang lebih baik.(TESTI PRISCILLA/R)