PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai ekspor Kalimantan Tengah pada Februari 2025 tercatat sebesar US$302,54 juta, meningkat 1,73 persen dibandingkan Januari 2025 yang mencapai US$297,40 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyebutkan bahwa seluruh ekspor ini merupakan komoditas nonmigas. Namun total volume ekspor di bulan yang sama mengalami penurunan sebesar 2,42 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

"Hasil tambang terus menjadi komoditas ekspor utama dengan kontribusi terbesar, mencapai 75,53 persen dari total nilai ekspor," kata Agnes pada Sabtu, 12 April 2025.

Namun, lanjut Agnes, nilai ekspor hasil tambang pada Februari mengalami penurunan sebesar US$7,66 juta atau 3,24 persen dibandingkan Januari 2025.

Agnes merinci komoditas utama ekspor hasil tambang ini meliputi batu bara, bijih zirconium, niobium dan tantalum, bijih titanium, bahan mineral lainnya, serta zirconium silikat.

"Sebaliknya, sektor industri pengolahan mencatatkan performa positif dengan nilai ekspor sebesar US$71,64 juta pada Februari 2025, meningkat 20,91 persen atau senilai US$12,39 juta dibanding bulan sebelumnya," tuturnya.

Sektor ini berkontribusi 23,68 persen terhadap total nilai ekspor Kalimantan Tengah. "Komoditas utama dari sektor ini termasuk minyak kelapa sawit, kayu olahan, kayu lapis, karet remah, dan bahan kimia dasar organik," jelas Agnes.

Agnes menyoroti bahwa komoditas utama ekspor hasil industri pengolahan tersebut menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan nilai ekonomi daerah. Selain itu, hasil tambang juga tetap menjadi penopang utama meskipun mengalami tren penurunan nilai pada bulan ini.

Menurut Agnes, penting bagi Kalimantan Tengah untuk terus memperkuat sektor industri pengolahan yang menunjukkan kenaikan signifikan.

"Diversifikasi komoditas dan peningkatan nilai tambah produk lokal menjadi kunci dalam mendorong daya saing ekspor," ungkapnya.

Agnes berharap pertumbuhan nilai ekspor ini dapat terus berlanjut, terutama dengan peran aktif dari berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas dan pengembangan sektor unggulan. BPS Kalimantan Tengah akan terus mendukung dengan data dan analisis untuk membantu pengambilan kebijakan strategis.(TESTI PRISCILLA/R)