BORNEONEWS, Palangka Raya - Kalimantan Tengah mencatatkan ekspor batu bara, minyak kelapa sawit, dan kayu olahan sebagai komoditas utama pada Februari 2025, menurut laporan terbaru yang disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti.
Kelompok bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati, serta kayu dan barang dari kayu menjadi kontributor terbesar dalam struktur ekspor daerah.
"Dibandingkan bulan sebelumnya, beberapa kelompok komoditas menunjukkan peningkatan nilai ekspor yang signifikan," kata Agnes pada Sabtu, 12 April 2025.
Kelompok kayu dan barang dari kayu mencatat kenaikan sebesar US$11,19 juta, meningkat 191,94 persen. Sementara itu, kelompok berbagai produk kimia mencatatkan ekspor senilai US$2,00 juta, meskipun pada bulan sebelumnya ekspor tidak terjadi.
"Komoditas lain seperti garam, belerang, dan kapur turut mengalami lonjakan dengan peningkatan nilai ekspor sebesar US$1,88 juta, naik 218,60 persen. Kelompok karet dan barang dari karet juga tumbuh 17,77 persen dengan tambahan nilai sebesar US$0,97 juta," tuturnya.
Namun, tidak semua kelompok komoditas mengalami peningkatan. Penurunan tertinggi terjadi pada kelompok bahan bakar mineral, dengan penurunan sebesar US$6,84 juta, atau turun 3,06 persen dibandingkan Januari 2025. Penurunan ini menggambarkan adanya tantangan yang perlu diatasi dalam mengoptimalkan sektor energi.
"Secara year-on-year, ekspor Kalimantan Tengah pada Februari 2025 mengalami penurunan signifikan sebesar US$114,14 juta, atau turun 27,39 persen dibandingkan Februari tahun sebelumnya," terang Agnes.
Kelompok bahan bakar mineral menjadi penyumbang penurunan terbesar, turun hingga US$130,08 juta atau 37,47 persen. Selain itu, kelompok bijih, kerak, dan abu logam juga mencatatkan penurunan nilai ekspor sebesar US$5,91 juta atau turun 40,34 persen.
"Walaupun begitu, beberapa kelompok barang menunjukkan tren positif. Kelompok kayu dan barang dari kayu mencatatkan kenaikan nilai ekspor sebesar US$9,47 juta, meningkat 125,43 persen year-on-year," jelasnya.
Kelompok karet dan barang dari karet bahkan mengalami lonjakan luar biasa dengan pertumbuhan sebesar 365,94 persen, mencatatkan peningkatan nilai ekspor senilai US$5,05 juta.
"Secara kumulatif, nilai ekspor Kalimantan Tengah pada periode Januari-Februari 2025 juga menunjukkan tren penurunan. Total penurunan sebesar US$209,25 juta atau turun 25,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," bebernya.
Kelompok bahan bakar mineral kembali menjadi penyumbang terbesar penurunan kumulatif ini, dengan nilai yang turun hingga US$219,93 juta atau 33,28 persen.
Agnes Widiastuti menyampaikan bahwa meski terdapat tantangan berupa penurunan nilai ekspor pada sektor tertentu, peningkatan di beberapa kelompok komoditas memberikan harapan baru untuk diversifikasi dan optimalisasi ekspor Kalimantan Tengah ke depan. Langkah strategis perlu diterapkan untuk menjaga kestabilan ekonomi daerah.(TESTI PRISCILLA/R)









