SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dua siswi berinisial V dan G yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terlibat pekelahian di kawasan Bandara H. Asan Sampit.

Dari informasi yang dihimpun, pekelahian antara dua orang wanita ini terjadi pada Jumat, 11 April 2025 sekitar pukul 20.30 WIB. Kedua terilbat perkelahian lantaran satu dari mereka tidak terima dikatakan tidak perawan.

Menurut Cia warga melihat kejadian ini mengatakan, awalnya mereka saling ejek di media sosial, kemudian mereka sepakat untuk bertemu di kawasan bandara untuk melakukan perkelahian.

"Salah satu dari mereka tidak terima lalu menantang untuk berkelahi, akhirnya terjadilah perkelahian ini," kata Cia, Sabtu, 12 April 2025.

Akibat perkelahian itu salah satu wanita berinisial G harus dilarikan ke RSUD dr. Murjani Sampit, karena terkena pukulan di bagian kepala dan perutnya.

"Dia (korban) sempat tidak sadarkan diri, lalu ada menghubungi ambulan dan dibawa ke rumah sakit," jelasnya.

Saat ini korban masih mendapat perawatan itensif, sementara pelaku belum diketahui keberadaannya pasca perkelahian tersebut. (BUDDI RAHMAT H/j)