PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Panitia Pembangunan Gereja Maranatha, Dr Rawing Rambang, mengungkapkan bahwa pembangunan gereja yang tengah berlangsung telah memperoleh dukungan signifikan dari masyarakat, dengan total sumbangan mencapai Rp2,1 miliar. Saat ini, dana kas yang tersedia mencapai sekitar Rp1,1 miliar, termasuk kontribusi dari pemerintah daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Rawing menekankan komitmen Gubernur Kalimantan Tengah yang telah berjanji memberikan dukungan melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD Provinsi Kalimantan Tengah. Menurutnya, langkah ini membuktikan keseriusan gubernur dalam memenuhi janjinya sejak masa kampanye.

"Masa kampanye dulu, Bapak Gubernur langsung mengunjungi lokasi setelah musibah kebakaran dan berjanji akan membantu pembangunan gereja jika terpilih. Doa beliau terjawab, dan hari ini beliau memenuhi tanggung jawabnya. Luar biasa. Terima kasih, Pak Gubernur," ujar Rawing penuh syukur usai ibadah singkat pasca peletakan batu pertama pembangunan kembali Gereja Maranatha pada Sabtu, 12 April 2025.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi perhatian dan komitmen gubernur yang telah terwujud sejak awal tragedi kebakaran.

"Kami bangga dan terharu atas kepedulian beliau. Kehadirannya saat gereja ini terbakar dan hari ini kembali hadir menunjukkan komitmen yang luar biasa," tambahnya.

Target penyelesaian pembangunan gereja ini direncanakan pada Juli 2026. Rawing menegaskan bahwa target tersebut adalah harapan besar tidak hanya bagi jemaat di Palangka Raya, tetapi juga seluruh umat di Kalimantan Tengah.

Acara groundbreaking yang berlangsung hari ini turut diramaikan dengan kegiatan simbolik penanaman bibit tanaman. Momentum ini juga bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun atau HUT ke-186 Gereja Kalimantan Evangelis tahun 2025, menambah makna historis bagi jemaat. (TESTI PRISCILLA/j)