BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) berharap kehadiran Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (Bamagnas) dapat menjadi mitra strategis dalam membangun karakter serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
“Bamagnas bukan hanya sekadar organisasi keagamaan, tetapi juga merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun karakter dan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat,” kata Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kotim Rihel, Sabtu, 12 April 2025.
Hal tu ia sampaikan saat melantik pengurus Bamagnas DPD Kotim periode 2025-2028. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kotim Rimbun.
Lanjutnya, Bamagnas merupakan wadah yang menghimpun berbagai gereja dan lembaga Kristen dalam rangka mendorong dialog, musyawarah, dan kerja sama lintas gereja.
Organisasi tersebut diharapkan mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional, termasuk di tingkat daerah, dengan mengedepankan nilai toleransi, gotong royong, dan persaudaraan antar umat beragama.
Rihel menambahkan, di tengah tantangan sosial dan dinamika masyarakat, kehadiran Bamagnas sangat penting untuk memperkuat pemahaman terhadap isu-isu sosial keagamaan, serta menjaga keharmonisan antar umat beragama di Kotim.
“Kami berharap Bamagnas dapat terus menjalin komunikasi dan kerja sama yang harmonis dengan pemerintah daerah serta menjaga kedamaian dan kerukunan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bamagnas Kotim yang baru dilantik, Pendeta Stefanus Subur Budiono, menyampaikan komitmennya untuk membangun sinergi lintas gereja hingga ke wilayah pedalaman. Pihaaknya juga akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam membangun manusia seutuhnya, khususnya dari sisi mental dan spiritual.
“Ketika mental dan spiritual dibangun, maka akhlak manusia akan semakin baik. Ini akan berkontribusi pada Indonesia yang lebih aman, sejahtera, dan harmonis,” kata Stefanus.
Bamagnas akan aktif memberi masukan kepada pemerintah daerah, terutama terkait persoalan-persoalan di akar rumput yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah.
Sebagai organisasi yang baru terbentuk, Stefanus menyatakan pihaknya akan segera menyusun program kerja prioritas melalui rapat internal yang dijadwalkan akhir bulan ini. Program akan disusun dalam jangka pendek, menengah, dan panjang selama masa kepengurusan tiga tahun ke depan.
“Kami ingin memberi sumbangsih nyata, bukan hanya untuk umat Kristen, tetapi juga bagi masyarakat luas dan pemerintah daerah Kotim,” tutupnya. (DEWI PATMALASARI/J)









