SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit -  Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sementara ini tidak lagi menjual beras Stabilisasi Harga Pasar (SHP) atau beras SPHP.

"Sesuai surat Bapenas Nomor 89 Tanggal 3 Maret 2025, Bulog memang sempat diperintahkan untuk kembali menjual beras SPHP. Penjualan ini hanya berlangsung selama bulan Ramadan, sampai 29 Maret 2025," jelas kata Kepala Perum Bulog KC Kotim, Muhammad Azwar Fuad, Minggu, 13 April 2025

Lebih lanjut, Fuad menjelaskan tujuan penjualan beras SPHP tersebut untuk mengintervensi kenaikan harga beras selama Ramadan dan Lebaran.

 "Terbukti, berdasarkan rilis BPS, harga beras relatif stabil selama Ramadan. Ini salah satu dampak positif dari penjualan kembali beras SPHP," tambahnya.

Ia menegaskan bahwa penjualan beras SPHP telah berakhir. Setelah tanggal 29 Maret 2025, Bulog tidak lagi menjual beras SPHP sesuai arahan surat Kepala Bapenas.  

"Saat ini, fokus kami adalah menyerap gabah dan beras hasil panen petani di beberapa lokasi," pungkas Anwar Fuad. (DEVIANA/H)