KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Sudah lebih setengah tahun atau enam bulan ruas jalan menuju Desa Talingke, Kecanatan Tasik Payawanl putus karena diterjang banjir luapan Sungai Katingan.

Kini warga desa tersebut menjadi terisolasi. Pasalnya, ruang gerak mereka terbatas karena akses jalan darat sepanjang lebih dari satu kilometer terendam banjir. 

Akibatnya, warga yang ingin bepergian harus menggunakan jasa getek untuk menyeberangi jalan yang terputus tersebut.

Dari pantauan, Senin, 14 April 2025, ruas jalan yang masih tergenang banjir itu sepanjanng sekitar 1 kilometer.

Ketinggian banjir yang menggenangi jalan masih mencapai lebih dari setengah meter. 

Kepala Desa Talingke, Imong mengatakan, banjir yang menggenangi ruas jalan tersebut sudah sejak lama. 

Sebetulnya sudah beberapa kali pemerintah daerah menganggarkan dana untuk penimbunan ruas jalan menuju Talingke terutama yang menjadi langganan banjir tersebut. Akan tetapi sejauh ini ruas jalan tersebut tetap saja kebanjiran.

Imong mengaku berdasarkan saran pendapat warga, bahwa penanganan jalan yang kerab kebanjiran tersebut bisa dengan sistem bangunan jembatan beton seperti Jembatan Tumbang Nusa.

Ini karena disaat kondisi banjir, ketinggian air di atas jalan bisa mencapai lebih dari satu meter. Sehingga tidak heran wacana pembangunan jembatan beton gantung mengemuka. (ABDUL GOFUR/R)