KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Camat Kapuas Kuala, Nurcahyono telah meninjau langsung lokasi jembatan runtuh di Desa Palampai.

Jembatan kabupaten yang terbuat dari kayu ulin tersebut ambruk ke sungai akibat lapuk dimakan usia.

Sekitar 8 meter dari total panjang jembatan 70 meter dilaporkan runtuh, hal tersebut akibat tongkat jembatan dimakan kapang sehingga runtuh akibatnya mengganggu akses vital masyarakat setempat.

Kepala Desa Palampai, Ahmad Bajuri, menyampaikan harapan besar kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar segera membangun jembatan permanen sebagai solusi jangka panjang atas permasalahan tersebut.

“Untuk sementara, perbaikan akan dilakukan secara gotong royong oleh warga, agar aktivitas masyarakat tetap berjalan seperti biasa,” ujarnya, Senin, 14 April 2025.

Kades Ahmad Bajuri juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Camat Kapuas Kuala yang langsung hadir di lokasi dan turut memberikan motivasi kepada warga untuk bergotong royong.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kapuas melalui Wakil Bupati, dan Dinas PUPR yang telah memberikan respon cepat terhadap keluhan masyarakat Desa Palampai dan nanti akan menjadikan Jembatan Palampai skala prioritas pembangunan daerah Kabupaten Kapuas, yang akan bisa dilewati lagi.

Kehadiran Camat dan dukungan dari pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat proses penanganan serta memberikan rasa aman dan kepastian kepada warga terkait keberlanjutan infrastruktur penting di desa mereka. (DODI/R)