BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah (BI Provinsi Kalteng, Yuliansah Adrias menyatakan bahwa pihaknya akan terus mendorong peningkatan literasi rupiah digital, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu berkembang dan mengikuti kemajuan zaman.
"Literasi rupiah digital menjadi kunci agar UMKM tidak tertinggal di era ekonomi digital. Dengan pemahaman yang baik, pelaku usaha akan lebih siap memanfaatkan layanan keuangan digital, menghindari penipuan, serta meningkatkan daya saing usahanya," kata Yuliansah, Senin, 14 April 2025.
Bank Indonesia berkomitmen memperluas edukasi dan pendampingan kepada UMKM agar mereka tidak hanya melek digital, tetapi juga paham pentingnya menjaga keaslian rupiah, melakukan transaksi nontunai secara aman, dan memahami nilai tukar serta inflasi dalam konteks usaha mereka.
Upaya ini akan dilakukan secara kolaboratif dengan pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan komunitas UMKM guna mewujudkan ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berdaya saing di Kalteng.
"Literasi rupiah digital menjadi kunci agar UMKM tidak tertinggal di era ekonomi digital. Dengan pemahaman yang baik, pelaku usaha akan lebih siap memanfaatkan layanan keuangan digital, menghindari penipuan, serta meningkatkan daya saing usahanya," katanya.
Bank Indonesia berkomitmen memperluas edukasi dan pendampingan kepada UMKM agar mereka tidak hanya melek digital, tetapi juga paham pentingnya menjaga keaslian rupiah, melakukan transaksi nontunai secara aman, dan memahami nilai tukar rupiah. (MARINI/R)









