PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menargetkan integrasi berbagai bantuan sosial dan ekonomi ke dalam satu sistem melalui Kartu Huma Betang, termasuk program untuk petani, nelayan, dan pelaku UMKM.

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edi Pratowo menyampaikan bahwa Kartu Huma Betang saat ini masih dalam tahap validasi agar implementasinya benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

“Kartu Huma Betang benar-benar bermanfaat untuk delapan program kegiatan yang disampaikan, termasuk bantuan petani, nelayan, UMKM, pendidikan, dan kesehatan,” kata Edi Pratowo di Palangka Raya, baru baru ini.

Ia menjelaskan, berbagai bentuk bantuan seperti pendidikan gratis, beasiswa, kartu nelayan, kartu tani, dan bantuan UMKM Rp2,5 juta diharapkan bisa terintegrasi dalam satu kartu.

Menurutnya, bantuan tambahan sebesar Rp2 juta yang tengah dirancang juga menjadi bagian dari rencana besar tersebut. Pemerintah sedang merumuskan bentuk legalisasi dan menghitung alokasi anggaran dengan dukungan DPR, serta validasi dari BPKP dan BPK.

“Ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Paling lambat 2026, integrasi ini harus bisa dijalankan. Kita juga harus memperhatikan efisiensi anggaran,” ujarnya.

Edi menambahkan bahwa efisiensi juga dilakukan pada anggaran rutinitas seperti ATK dan forum konsultasi, yang ke depannya bisa diminimalisir atau digantikan lewat pertemuan daring. (HERMAWAN DP/R)