BORNEONEWS, Sampit – DPRD Kotawaringin Timur mendukung pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai langkah strategis jangka panjang dalam membangun kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan.
"Kami melihat ini sebagai program yang positif untuk mendorong desa agar mampu mengelola potensi lokalnya secara mandiri. Koperasi Merah Putih bisa menjadi instrumen penting dalam mengangkat kesejahteraan masyarakat desa," kata Ketua Komisi I DPRD Kotim Angga Aditya Nugraha, Senin, 14 April 2025.
Koperasi Merah Putih merupakan inisiatif nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan target pembentukan 80.000 koperasi desa di seluruh Indonesia.
Presiden telah menginstruksikan percepatan pembentukan koperasi tersebut melalui Inpres Nomor 9 Tahun 2025.
Kegiatan Koperasi Merah Putih itu berupa pengadaan sembako, simpan pinjam, klinik desa/kelurahan, apotek, cold storage/pergudangan, dan logistik.
Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi pendorong utama dalam menciptakan desa mandiri yang tidak lagi bergantung pada APBD maupun DD.
"Sehingga tercapai tujuan program tersebut untuk mendorong desa mampu mengelola rumah tangganya sendiri melalui penguatan ekonomi lokal," ujar Politisi muda dari PDIP tersebut.
Meski demikian, terdapat tantangan dalam mewujudkan koperasi tersebut salah satunya mengenai anggaran. Dalam Inpres Nomor 9 tahun 2025 disebutkan terdapat 4 sumber pendanaan Koperasi Merah Putih yang salah satunya ialah dari APBDes. Padahal desa sudah harus mengalokasikan 20 persen dana desa untuk ketahanan pangan.
Kendala lainnya datang dari kesiapan sumber daya manusia (SDM) di desa. Masih banyak masyarakat desa khususnya di pelosok Kotim yang belum familiar dengan sistem berbasis teknologi. Sehingga SDM harus betul-betul disiapkan agar program yang ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat tidak sia-sia.
"Kami akan mendorong dinas terkait, seperti DPMD, untuk melakukan sosialisasi dan pelatihan agar desa memiliki SDM yang mumpuni. Sayang sekali kalau program sebesar ini tidak berjalan hanya karena kendala administrasi dan teknologi," tambahnya.
Sehingga keberadaan Koperasi Merah Putih di setiap desa nantinya diharapkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi perekonomian desa.
"Program ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin karena membawa harapan besar dalam membentuk desa yang tangguh dan mandiri," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









