TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Barito Timur merencanakan kegiatan restocking atau penebaran kembali benih ikan di sejumlah bendungan dan sungai di wilayah setempat. Kegiatan ini bertujuan menjaga kelestarian sumber daya ikan sekaligus meningkatkan populasi ikan lokal di perairan umum.

Kepala Distanak Barito Timur, Abianhin, mengatakan bahwa restocking akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca. Bila terjadi kemarau panjang, kegiatan tersebut baru akan dilaksanakan pada penghujung tahun atau awal musim hujan. Namun, jika cuaca tetap basah hingga pertengahan tahun, restocking akan dipercepat menjadi Mei 2025.

"Kita sambil lihat kondisi hujan. Apabila tahun ini ada kemarau, maka kita akan lakukan di penghujung tahun, pada awal musim hujan. Tapi kalau cuaca tetap hujan di bulan-bulan ke depan, maka kami akan percepat untuk melakukan di bulan Mei 2025," ujar Abianhin, Senin, 14 April 2025.

Adapun lokasi yang menjadi sasaran restocking yakni Bendung Sirau, Bendung Tampa, Bendung Karau, serta perairan di Desa Tampu Langit. 

Jenis ikan yang akan ditebar adalah ikan Baung dan ikan Haruan (Gabus) yang dinilai memiliki daya adaptasi tinggi dan pertumbuhan cepat di habitat alami.

"Berdasarkan analisa kami, perkembangan ikan baung dan ikan haruan sangat cepat. Karena itu, kami memilih kedua jenis ikan tersebut untuk kegiatan restocking ini," tambahnya.

Abianhin mengungkapkan, pihaknya menargetkan penebaran 100.000 ekor benih ikan, sementara permintaan bantuan benih yang telah diajukan ke Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin sebanyak 200.000 ekor. Apabila bantuan disetujui, Distanak Barito Timur akan menjemput langsung benih tersebut dari Mandiangin.

Restocking ini diharapkan memberi manfaat besar bagi masyarakat, khususnya nelayan lokal yang menggantungkan hidup dari hasil tangkapan ikan di perairan umum. 

Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemulihan ekosistem perairan pasca perubahan iklim dan aktivitas manusia yang berdampak pada populasi ikan. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)