BORNEONEWS, Sampit – Ketua Komisi IV DPRD Kotim Mariani menegaskan pentingnya pembangunan Jalan Kandan-Camba di Kecamatan Kota Besi yang menjadi akses utama bagi warga di enam desa. Meski ada pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat, Mariani meminta agar proyek ini tetap diprioritaskan karena menyangkut mobilitas dan kehidupan masyarakat.
"Untuk jalan di Desa Camba-Kandan itu rencananya kemarin akan di-agregat terlebih dahulu dan baru diaspal pada akhir tahun. Namun sampai sekarang kami belum sempat bertemu lagi dengan kepala dinas terkait, terutama setelah adanya pemangkasan anggaran dari pusat," ujar Mariani, Rabu, 16 April 2025.
Jalan Kandan-Camba ini merupakan jalur strategis yang menghubungkan enam desa, yakni Camba, Soren, Simpur, Pamalian, Hanjalipan, dan Palangan. Jalan ini menjadi satu-satunya akses utama bagi masyarakat di wilayah tersebut.
"Kalau hujan turun, jalan ini tidak bisa dilewati sama sekali. Itu sebabnya kami sangat berharap agar minimal anggarannya jangan sampai dipangkas seluruhnya, sehingga agregat jalan tetap bisa dikerjakan," katanya.
Mariani juga mengungkapkan bahwa dirinya telah mengalokasikan dana pokok pikiran (pokir) untuk pembangunan agregat jalan tersebut. Namun, karena proses pengaspalan yang tak kunjung terealisasi, jalan akhirnya rusak kembali.
--page
“Waktu itu sudah sempat dilakukan agregat dengan dana pokir saya, tapi karena terlalu lama tidak diaspal, jalan rusak lagi. Kemarin juga kami sempat agregat ulang. Kami tidak ingin masyarakat terus-terusan terdampak,” tambahnya.
Selain menjadi jalur utama untuk aktivitas harian warga, jalan ini juga vital untuk keperluan pendidikan, kesehatan, dan distribusi. Jika rusak parah atau tidak bisa dilewati, maka aktivitas warga terhambat.
Mariani berharap Pemkab Kotim bersama dinas terkait tetap menempatkan proyek ini sebagai prioritas, mengingat urgensi dan fungsinya yang sangat besar bagi masyarakat desa.
“Kami di DPRD akan terus mendorong agar pembangunan jalan ini tetap dilanjutkan. Jangan sampai masyarakat jadi korban karena pemangkasan anggaran,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, 5 proyek strategis infrastruktur di Kabupaten Kotawaringin Timur terpaksa dibatalkan akibat efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Kelima proyek bersumber dari dana DAK dan DAU SG dimana salah satu jalan yang terdampak pemangkasan yaitu Jalan Kandan-Camba.
--page
"Saat ini anggaran infrastruktur kita bukan hanya dipangkas, tapi benar-benar dinolkan. Bahkan, ada lima paket proyek yang sudah dilelang dan tinggal penandatanganan kontrak, namun akhirnya otomatis batal karena anggarannya dihapus," kata Bupati Kotim Halikinnor, Rabu, 9 April 2025.
Dirinya menyayangkan hal tersebut karena proyek-proyek infrastruktur merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat. Ia menyebut bahwa Pemkab Kotim akan tetap mengupayakan pembangunan melalui anggaran daerah, meskipun dengan kemampuan terbatas.
"Karena ini menyangkut kebutuhan masyarakat, kita akan tetap memprogramkan pembangunan tapi dengan anggaran terbatas. Misalnya, jika target awal 2 km jalan, mungkin kita kerjakan 500 meter dulu, dibagi-bagi sesuai kemampuan keuangan daerah," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)









