BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala BAPPERIDA Kalimantan Tengah Leonard S. Ampung menegaskan pentingnya integrasi target layanan intervensi stunting ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah.
Hal tersebut disampaikan saat pembukaan Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting se-Kalteng Tahun 2025 di Aula BAPPERIDA Kalteng, baru baru ini.
Leonard menyebut kegiatan ini bertujuan menjamin pelaksanaan aksi konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) secara kolaboratif dan menyeluruh.
“Rakor ini tidak hanya bertujuan untuk menjamin pelaksanaan aksi konvergensi PPPS berjalan optimal, namun juga sebagai langkah strategis dalam menyelaraskan target-target kinerja dan capaian layanan intervensi,” ujar Leonard S. Ampung di Palangka Raya, baru baru ini.
Menurutnya dokumen perencanaan seperti RPJMD, RKPD, RENSTRA, RENJA dan APBD harus memuat langkah intervensi yang terintegrasi.
Leonard menekankan kolaborasi semua pihak, termasuk perangkat daerah dan sektor non-pemerintah, sangat penting untuk mencapai tujuan bersama. (HERMAWAN DP/R)
Integrasi Data Berperan Penting Tangani Stunting
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Balai Bahasa Kalteng Gelar Webinar Etnisitas dan Ekologi Bahasa, Hadirkan Pakar Malaysia
Pemprov Kalteng Siapkan Bantuan Pangan untuk Hampir 5.000 Penerima Terdampak Karhutla
Pemprov Kalteng Salurkan Masker dan Vitamin untuk Masyarakat Terdampak Karhutla
Agustiar Sabran Ajak Masyarakat Berdoa agar Karhutla Berakhir
Pemprov Kalteng Gelar Istighosah dan Doa Bersama Hadapi Karhutla
Ribuan Santri Gelar Istighatsah, Doakan Kalteng Bebas Karhutla dan Kabut Asap
Komentar (0)
Memuat komentar…






