PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bagian dari komitmen jangka panjang untuk mendukung program pencegahan dan penurunan angka stunting, PT Kalimantan Sawit Abadi (KSA) kembali melaksanakan penyaluran bantuan susu dan multivitamin tahap ketiga pada Selasa, 15 April 2025 di Desa Natai Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten  Kotawaringin Barat.

Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang secara konsisten menyasar peningkatan kualitas gizi anak balita.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh beragam elemen masyarakat dan pemangku kepentingan, antara lain Pemerintahan Desa Natai Baru, tim CSR PT KSA, Pemerintah Kecamatan Arut Selatan, perawat, Kader Bina Keluarga Balita (BKB), Ketua Kader Posyandu, Ketua PKK, Ketua Pokja 1 dan 2, Kasi Kesra, serta para ibu dan anak penerima manfaat.

Kepala Desa Natai Baru, Ibu Asmiarti Suwandi, menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak. 

“Putra-putrinya mohon diperhatikan. Jangan sampai malas datang ke posyandu, karena itu salah. Di sana kita bisa memantau pertumbuhan anak. Harapan kami, dengan bantuan terakhir ini, ada perubahan yang nyata dalam pertumbuhan anak-anak kita,” jelas Asmiarti Suwandi.

Dept. Head CSR PT KSA, Miran Suhardi, menyampaikan bahwa kunjungan rutin ke posyandu harus menjadi kebiasaan yang dijaga.

Ia juga mengajak para ibu untuk lebih peka terhadap kondisi kesehatan balita mereka, terutama bagi anak-anak yang telah tercatat sebagai perhatian khusus oleh pihak puskesmas dan dinas kesehatan.

“Makanan instan harus dikurangi, gizi harus ditingkatkan. Tidak perlu yang mahal, yang penting sehat. Misalnya tempe, tahu. Hindari makanan cepat saji seperti mi instan, snack tinggi garam dan penyedap itu memang disukai anak, tapi justru membuat mereka sulit makan makanan bergizi lainnya,” jelas Miran Suhardi.

Miran Sihardi menambahkan bahwa susu yang diberikan perusahaan hanya sebagai tambahan, bukan sebagai sumber gizi utama. 

“Yang terpenting adalah pola makan anak sehari-hari. Kami dari CBI, peduli terhadap generasi yang akan datang. Jangan sampai hanya mendengarkan penyuluhan, tetapi tidak dilaksanakan. Tidak apa-apa anaknya menangis, lantaran tidak diberi snack yang  kurang sehat. Namun hal ini penting untuk jangka panjang anak tumbuh sehat dan kuat,” jelas Miran Suhardi.

Mewakili Pemerintah Kecamatan Arsel,  Jayus menyampaikan dukungan penuh atas pelaksanaan program ini. Ia menegaskan bahwa isu stunting menjadi perhatian serius pemerintah pusat maupun daerah sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi emas Indonesia.

“Pertumbuhan anak harus dimulai sejak usia dini. Protein dan gizi harus terpenuhi agar tumbuh kembang anak optimal. Pemerintah sudah menyediakan posyandu di tiap desa, jadi mohon kepada ibu-ibu untuk memanfaatkannya sebaik mungkin,” tegas Jayus 

Jayus mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan gadget pada anak-anak.  Jangan sampai anak terlalu lama bermain dengan gadget. Hal ini bisa membuat mereka kurang gerak, malas bersosialisasi, dan berdampak pada perkembangan emosional dan sosial mereka,” jelas Jayus.

Jayus juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi perusahaan. “Kami sangat berterima kasih kepada PT Kalimantan Sawit Abadi atas kepeduliannya terhadap masyarakat. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memberi manfaat luas bagi masyarakat desa,” jelas Jayus

Dengan terlaksananya kegiatan tahap ketiga ini, PT Kalimantan Sawit Abadi kembali menegaskan bahwa program CSR bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan sejahtera. 

Melalui edukasi, kolaborasi, dan aksi nyata, perusahaan berharap dapat terus menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan sosial di lingkungan sekitarnya. (WAHYU KRIDA/R)