BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Pembentukan MPA ini merupakan langkah strategis untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran.
Plt Kepala BPBD Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, menjelaskan bahwa pada tahap awal, pembentukan MPA difokuskan di dua kecamatan dan lima kelurahan. Hal ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan program.
Kelima kelurahan yang telah dibentuk MPA-nya adalah Kelurahan Tangkiling, Marang, dan Tahai di Kecamatan Bukit Batu, serta Kelurahan Sebangau dan Kalampangan di Kecamatan Sebangau. .
Hendrikus berharap MPA dapat menjadi mitra kerja Pemerintah Kota Palangka Raya dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
"Keberadaan MPA diharapkan dapat memperkuat sistem peringatan dini dan respon cepat terhadap kejadian kebakaran," katanya, Rabu, 16 April 2025.
Anggota MPA akan diberikan pelatihan dan pembekalan terkait teknik pencegahan dan penanggulangan kebakaran, serta pemahaman tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Mereka juga akan dibekali peralatan yang dibutuhkan untuk mendukung tugas mereka.
BPBD Palangka Raya berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memperluas jangkauan program MPA.
"Keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran," pungkasnya. (PATHUR/R)









