BORNEONEWS, Sampit - Memasuki hari kedua tim gabungan dari Basarnas Pos Sampit, BPBP Kotim, TNI AL dan Ditpolair masih melakukan pencarian penumpang berinisal AR (29) KM Dharma Ferry yang melompat dari anjungan kapal di Muara Teluk Sampit, Rabu, 16 April 2025.
Multazam Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kotim) BPBD Kotim mengatakan, memasuki hari kedua tim masih terus berusaha mencari korban dengan menyisir di sekitar lokasi kejadian.
"Pencarian hari ini masih dilanjutkan, tim melakukan penyisiran secara visual yang terbagi menjadi dua dari Pos SAR Sampit dan Kapal Polair Polres Kotim," kata Multazam, Rabu, 16 April 2025.
Hingga saat ini setelah dilakukan pencarian selama 24 jam lebih korban masih belum ditemukan. Namun, dari informasi yang didapat bahwa keluarga korban yang berasal dari Kabupate Tulungagung sudah mengetahui kejadian ini.
"Saat ini tim masih di lokasi pencarian, nanti update selanjutnya akan di sampaikan," ucap Multazam.
Diberitakan sebelumnya, seorang pria dikabarkan hilang setelah nekat loncat dari kapal Dharma Fery VI milik PT. Dharma Lautan Utama (DLU) di Muara Teluk Sampit, Selasa, 15 April 2025.
Dari informasi yang didapat, kejadian itu terjadi pada pukul 05.25 WIB. Kapal yang berangkat dari Surabaya tujuan Sampit ini tengah berlabuh di titik koordinat 03°09.753'LS. 113°06.196'BT. Untuk menunggu air pasang.
Kemudian, pada saat kapal hendak melalukan manuvere ke arah Muara Sampit, petugas kebersihan kapal memberikan informasi bahwa ada satu orang penumpang laki-laki melompat dari kapal ke laut. (BUDDI RAHMAT H/H)









