BORNEONEWS, Sampit – Meningkatnya jumlah rumah makan dan kafe di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memberikan dampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Jelas ada dampak positifnya bagi pendapatan daerah kita. Mudah-mudahan bidang usaha ini terus meningkat sehingga berdampak pula terhadap pendapatan daerah," ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kotim, Ramadansyah, Rabu,16 April 2025.
Pertumbuhan bisnis kuliner ini terlihat dari menjamurnya kafe, tidak hanya di lokasi strategis di Kota Sampit, tetapi juga di area perumahan. Ramadansyah mengakui, meskipun ada beberapa yang tutup, munculnya kafe-kafe baru menunjukkan tren positif pertumbuhan usaha di sektor ini.
"Secara kasat mata bisa terlihat banyak kafe bermunculan, walaupun ada juga yang tutup. Hal ini menjadi gambaran menggembirakan bahwa usaha bidang ini sedang tumbuh di daerah ini," jelasnya.
Kontribusi sektor kuliner terhadap PAD Kotim terlihat dari pajak-pajak yang dipungut, seperti pajak makanan dan minuman, pajak restoran, dan pajak parkir. Data Bapenda menunjukkan realisasi pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) untuk makanan dan minuman mencapai Rp1.947.456.721 atau 35,41 persen dari target Rp5.500.000.000. Sementara itu, realisasi PBJT restoran mencapai Rp1.831.822.483 atau 40,71 persen dari target Rp4.500.000.000.
Lebih lanjut, Ramadansyah juga menekankan dampak positif lainnya di luar pendapatan daerah.
"Selain pendapatan daerah, juga ada dampak positif lainnya seperti penyerapan tenaga kerja. Mudah-mudahan sektor ini terus berkembang sehingga membawa manfaat besar bagi masyarakat," pungkasnya. (DEVIANA/H)









