SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit mengimbau warga tidak membuang jeroan ayam ke sungai, karena dapat memancing kemunculan buaya ke area permukiman.

Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya laporan warga terkait kemunculan buaya di sungai Mentaya, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengatakan pihaknya dibantu Anggota Manggala Agni Sampit telah melakukan pemasangan spanduk imbauan di sejumlah titik rawan sejak Selasa, 15 April 2025. Hal itu sebagai bentuk pencegahan serangan buaya setelah akhir-akhir ini banyak laporan kemunculan predator air tersebut. 

"Kami pasang empat spanduk imbauan di tepian Sungai Mentaya. Tujuannya agar masyarakat lebih waspada saat beraktivitas di sungai dan tahu penyebab buaya mendekati pemukiman," kata Muriansyah, Rabu, 16 April 2025.

Adapun 4 titik lokasi pemasangan spanduk yaitu di sekitar jalan Bandara H. Asan Sampit yang dekat dengan Sungai Mentaya, Pasar Sejumput, dan dua titik di sekitar Muara Sungai Baamang.

Spanduk tersebut dipasang di lokasi aktivitas MCK warga (lanting) dan area pembuangan sampah rumah tangga, termasuk lokasi yang diduga jadi tempat pembuangan jeroan ayam.

"Saat pemasangan spanduk di sekitar Pasar Sejumput, kami menemukan jeroan ayam dibuang ke sungai. Ini sangat berbahaya karena bisa mengundang satwa liar seperti biawak, ular, bahkan buaya," tambahnya. 

Ia berharap masyarakat lebih sadar agar tidak lagi membuang sampah rumah tangga ke sungai. Karena hal tersebut akan menarik sifat alami buaya untuk mencari makan.

"Setelah ini kami akan melanjutkan memasang spanduk imbauan dan memberi edukasi warga di perairan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)