BORNEONEWS, Palangka Raya - Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menangani pasien dengan kecanduan judi online. Fenomena kecanduan judi online yang tengah merebak di masyarakat ini telah menimbulkan berbagai dampak negatif, bahkan hingga kondisi yang tragis.
Pemerintah telah berupaya memerangi judi online melalui berbagai cara, termasuk pemblokiran situs-situs judi online. Namun, penanganan juga perlu dilakukan dari sisi internal para pelaku kecanduan.
Psikolog klinis di RSJ Kalawa Atei, Hestitami, menjelaskan bahwa gejala kecanduan judi online mirip dengan kecanduan game online dan belanja online. Para pasien mengalami kesulitan mengontrol diri, mudah emosi, meninggalkan rutinitas, dan selalu memiliki keinginan untuk menang.
Mereka sering berbohong, merusak, dan bahkan mengalami perubahan kepribadian. Hestitami menambahkan bahwa memutus kecanduan ini sangat sulit, bahkan ketika pasien sudah menyadari kerugian yang diderita.
"Pasien yang sudah dalam tahap adiksi akan sulit mengontrol diri sendiri. Mereka akan lebih mudah emosi, meninggalkan rutinitasnya, selalu memiliki keinginan untuk menang, sering berbohong, merusak, bahkan kepribadiannya berubah," ungkap Hestitami, Kamis, 17 April 2025.
--page
Ia juga menjelaskan bahwa pasien seringkali memiliki keyakinan akan menang meskipun selalu kalah. Mirip dengan pasien kecanduan gadget, mereka akan melakukan apa saja untuk kembali bermain judi online, bahkan sampai melakukan kekerasan.
RSJ Kalawa Atei telah menangani beberapa kasus kecanduan judi online, dengan pasien rata-rata berusia remaja hingga dewasa. Untuk kasus game online, pasiennya beragam usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa, sedangkan kecanduan belanja online kebanyakan dialami perempuan.
Tidak semua pasien menjalani rawat inap; banyak yang hanya melakukan konsultasi, bimbingan, dan pendampingan dari psikolog. Rawat inap baru diperlukan ketika kecanduan sudah mencapai tahap adiksi.
Roudhy Rangga dari Bagian Promosi RSJ Kalawa Atei menjelaskan bahwa saat ini pasien judi online yang ditangani belum menjalani rawat inap, namun tetap mendapatkan penanganan rutin. Belum ada kasus yang sampai membutuhkan rehabilitasi rawat inap.
Pihak RSJ Kalawa Atei terus berupaya memberikan penanganan terbaik bagi para pasien yang mengalami kecanduan judi online.
--page
Penanganan kecanduan judi online memerlukan pendekatan yang komprehensif, baik dari sisi pencegahan melalui pemblokiran akses digital maupun penanganan individual melalui konseling dan terapi psikologis.
"RSJ Kalawa Atei berperan penting dalam memberikan dukungan dan perawatan bagi mereka yang membutuhkan bantuan untuk mengatasi kecanduan ini," pungkasnya. (PATHUR/y)









