BUNTOK –

BORNEONEWS, Buntok – BPBD Barito Selatan menyatakan siap siaga menghadapi musibah banjir, hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Barsel, Alip Suraya, Kamis, 17 April 2025.

“Banjir di beberapa titik di wilayah di Barito Selatan sudah berlangsung kurang lebih 4 hari hingga hari ini,” katanya.

Banjir ini akibat intensitas hujan sangat lebat dalam sepekan terakhir di tambah lagi banjir kiriman dan Murung Raya dan Barito Utara.

Pihaknya sudah melakukan persiapan dalam menghadapi banjir. Langkah awal pihaknya melakukan monitoring, pengumpulan data dan membikin call center untuk pengaduan titik banjir.

“Kita juga telah menyiapkan logistik dan sarana prasarana telah siap khusus bagi yang darurat memerlukan pertolongan,” ucap dia.

Meskipun demikian pihaknya masih belum menetapkan status siaga darurat bencana banjir. Menunggu perintah pimpinan.

“Dengan harapan nantinya bisa melindungi dan memberikan pertolongan kepada masyarakat yang terdampak banjir,” beber dia.

Ia menyampaikan titik paling parah banjir berada di Kecamatan Dusun Hilir, yakni Desa Sungai Jaya, Mahajandau, Batampang dan Desa Batilap. amun banjir tersebut masih belum merusak sendi perekonomian dan transportasi.

Ia menyampaikan jika ditetapkan status siaga banjir, pihaknya akan melakukan apel siaga sesuai instruksi dari pusat, termasuk melakukan evakuasi dan mendirikan posko serta tenda-tenda darurat dan dapur umumnya kalau memang diperlukan.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat terutama yang berada di bantaran sungai Barito supaya meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan peralatan sebelum terjadinya banjir.

"Masyarakat diimbau mempersiapkan papan untuk membuat rak untuk mengamankan peralatan rumah tangga. Tapi biasanya masyarakat yang berada di bantaran sungai sudah terkondisi dengan sendiri mempersiapkan semuanya dalam menghadapi banjir," ucap dia.

Ia juga mengharapkan kepada masyarakat supaya menginformasikan kepada BPBD Barito Selatan apabila pada suatu desa terjadi banjir.

"Itu dilakukan supaya kita bisa melakukan penanganan secepat mungkin apabila pada suatu desa terjadi banjir," pungkas dia. (URIUTU DJAPER/R)