PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Layanan transportasi ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah pada Februari 2025 mencatat total nilai sebesar US$70,67 juta.

Berdasarkan data yang dirilis Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, angka ini menunjukkan peningkatan kontribusi dari 19,21 persen pada Januari 2025 menjadi 23,36 persen.

Peningkatan ini dianggap sebagai salah satu pencapaian signifikan dalam pengelolaan ekspor daerah.

"Empat pelabuhan utama di Kalimantan Tengah menjadi aktor kunci dalam peningkatan ekspor tersebut," kata Agnes pada Kamis, 17 April 2025.

Pelabuhan Kumai mencatatkan total ekspor sebesar US$60,27 juta, disusul Pelabuhan Pangkalan Bun dengan nilai US$6,13 juta, Pelabuhan Pulang Pisau sebesar US$2,92 juta, dan Pelabuhan Sampit senilai US$1,35 juta.

Aktivitas ekspor di pelabuhan-pelabuhan ini memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi regional.

"Sementara itu, layanan ekspor yang dilakukan melalui pelabuhan di provinsi lain mencapai nilai total US$231,87 juta, atau 76,64 persen dari keseluruhan ekspor Kalimantan Tengah," bebernya.

Pelabuhan Banjarmasin menjadi pelabuhan utama dengan kontribusi ekspor sebesar US$159,99 juta atau sekitar 52,88 persen dari total ekspor wilayah tersebut.

Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa peningkatan ekspor melalui pelabuhan Kalimantan Tengah sebagian besar dipengaruhi oleh aktivitas yang terjadi di Pelabuhan Kumai, yang mencatatkan peningkatan sebesar US$7,70 juta dibandingkan bulan sebelumnya.

"Selain itu, Pelabuhan Pangkalan Bun juga mencatatkan kontribusi signifikan dengan nilai ekspor US$6,13 juta, setelah bulan sebelumnya tidak ada aktivitas ekspor," bebernya.

Namun, di sisi lain, layanan ekspor melalui provinsi lain mengalami penurunan sebesar US$8,41 juta dibandingkan Januari 2025, terutama akibat menurunnya aktivitas di Pelabuhan Banjarmasin.

"Penurunan sebesar 18,73 persen atau senilai US$36,87 juta menunjukkan perlunya strategi lebih lanjut dalam pengelolaan ekspor antarprovinsi," katanya lagi.

Agnes Widiastuti menambahkan bahwa data tersebut mencerminkan dinamika ekspor di Kalimantan Tengah yang terus bergerak menuju peningkatan kontribusi daerah.

Ia berharap tren positif ini dapat terus berlanjut dengan adanya sinergi antara pelabuhan lokal dan pemerintah daerah.(TESTI PRISCILLA/R)