PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti melaporkan peningkatan signifikan nilai ekspor melalui pelabuhan di wilayah Kalimantan Tengah pada Februari 2025.

"Nilai ekspor tercatat meningkat sebesar 24,53 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, dari US$56,75 juta menjadi US$70,67 juta. Peningkatan terbesar terjadi di Pelabuhan Kumai dengan nilai ekspor mencapai US$10,99 juta, naik 22,30 persen dibandingkan tahun sebelumnya," kata Agnes pada Kamis, 17 April 2025.

Selain itu, Pelabuhan Pangkalan Bun dan Pelabuhan Pulang Pisau mencatat kontribusi yang positif terhadap peningkatan ekspor di Kalimantan Tengah.

Agnes Widiastuti mengungkapkan bahwa nilai ekspor dari Pelabuhan Pangkalan Bun mencapai US$6,13 juta, sementara Pelabuhan Pulang Pisau menyumbang sebesar US$2,92 juta.

"Pada tahun sebelumnya, kedua pelabuhan ini tidak mencatat ekspor, sehingga capaian ini cukup menggembirakan," ujarnya.

Namun, nilai layanan ekspor melalui provinsi lain, seperti Kalimantan Selatan, mengalami penurunan tajam.

"Berdasarkan data BPS, nilai ekspor melalui provinsi lain turun sebesar 35,58 persen dibandingkan dengan Februari 2024, dari US$359,53 juta menjadi US$231,87 juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh turunnya nilai ekspor di Pelabuhan Banjarmasin sebesar US$123,60 juta atau turun 43,58 persen," terangnya.

Secara kumulatif, untuk periode Januari-Februari 2025, nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah menunjukkan tren positif dengan peningkatan sebesar 8,09 persen atau senilai US$9,56 juta.

Pelabuhan Kumai tetap menjadi penyumbang utama dengan peningkatan ekspor sebesar US$6,99 juta atau naik 6,60 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Di sisi lain, nilai ekspor melalui provinsi lain pada periode kumulatif mengalami penurunan cukup signifikan.

Penurunan ini mencapai US$218,81 juta atau turun 31,67 persen, dengan penurunan terbesar terjadi di Pelabuhan Banjarmasin yang mencapai US$187,59 juta, turun 34,46 persen.

"Kondisi ini menunjukkan pergeseran aktivitas ekspor menuju Kalimantan Tengah yang memiliki potensi besar," kata Agnes Widiastuti.

Agnes berharap tren peningkatan ekspor di pelabuhan Kalimantan Tengah dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian regional maupun nasional. Ia juga menekankan perlunya penguatan infrastruktur pelabuhan untuk menunjang peningkatan aktivitas ekspor ke depan.(TESTI PRISCILLA/R)