PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz melaporkan peningkatan yang signifikan pada jumlah nilai dan transaksi saham di provinsi tersebut.

"Jumlah nilai saham mengalami kenaikan sebesar Rp314,46 miliar atau 7,50 persen year-on-year atau yoy, dari Rp4.195,13 miliar menjadi Rp4.509,59 miliar," kata Primandanu baru-baru ini.

Hal ini disampaikan Primandanu dalam Media Update Batang Garing atau Berbagi Berita tentang Perkembangan Industri Jasa Keuangan, Sosialiasi Pengenalan Pasar Modal Indonesia dan Halal Bihalal bersama insan pers pada Rabu, 16 April 2025.

Memimpin kegiatan ini Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz serta Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia atau BEI Kalimantan Tengah, Stephanus Cahyo Adiraja menyampaikan sosialisasi pasar modal.

"Kenaikan ini mencerminkan tren positif dalam aktivitas pasar modal di Kalimantan Tengah, yang mencatat pertumbuhan yang stabil dalam beberapa tahun terakhir," jelasnya.

Selain itu, nilai transaksi saham di bulan Januari 2025 juga menunjukkan lonjakan yang signifikan. Nilai transaksi saham tercatat meningkat sebesar Rp196,90 miliar atau 63,35 persen yoy, dari Rp310,82 miliar menjadi Rp507,72 miliar.  

Primandanu menekankan pentingnya pertumbuhan ini sebagai indikator kepercayaan investor yang terus meningkat terhadap pasar modal di Kalimantan Tengah.

"Peningkatan ini merupakan bukti nyata bahwa pasar saham kita semakin menarik bagi investor, baik domestik maupun regional," ujarnya.  

Ia juga menyoroti peran penting edukasi dan literasi keuangan dalam mendorong partisipasi masyarakat di pasar saham.

OJK secara konsisten melaksanakan program edukasi untuk memperkenalkan investasi saham sebagai salah satu cara meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Dengan tren positif ini diharapkan sektor pasar modal di Kalimantan Tengah dapat terus berkembang, memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian daerah.

OJK Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus mengawasi dan mendukung pertumbuhan ini melalui kebijakan yang transparan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.(TESTI PRISCILLA/R)