PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Jumlah nasabah Agen Penjual Efek Reksa Dana atau APERD di Provinsi Kalimantan Tengah terus menunjukkan peningkatan positif setiap tahunnya.

Kenaikan ini terjadi baik pada nasabah perorangan maupun perusahaan, yang mencerminkan perkembangan sektor Pasar Modal di wilayah ini.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengungkapkan bahwa tren ini membawa angin segar bagi perekonomian daerah.

Primandanu menyatakan bahwa peningkatan jumlah nasabah sejalan dengan kenaikan nilai penjualan produk APERD. Pada tahun lalu, nilai tersebut mengalami lonjakan hingga Rp5,02 miliar atau 72,41 persen year-on-year atau yoy.

"Awalnya, nilai penjualan produk hanya sebesar Rp6,93 miliar, namun kini meningkat menjadi Rp11,94 miliar. Ini merupakan capaian yang luar biasa," ujarnya baru-baru ini.

Hal ini disampaikan Primandanu dalam Media Update Batang Garing atau Berbagi Berita tentang Perkembangan Industri Jasa Keuangan, Sosialiasi Pengenalan Pasar Modal Indonesia dan Halal Bihalal bersama insan pers pada Rabu, 16 April 2025.

Memimpin kegiatan ini Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz serta Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia atau BEI Kalimantan Tengah, Stephanus Cahyo Adiraja

menyampaikan sosialisasi pasar modal.

Menurut Primandanu, peningkatan ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap investasi di reksa dana semakin tinggi. Ia menambahkan bahwa sektor Pasar Modal kini menjadi alternatif yang menarik bagi masyarakat, khususnya untuk perencanaan keuangan jangka panjang.

"Tren positif ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami pentingnya diversifikasi investasi," jelasnya.

OJK Kalimantan Tengah, di bawah pimpinan Primandanu, terus mendorong edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat. Salah satu fokusnya adalah memberikan pemahaman tentang produk-produk investasi, termasuk reksa dana, untuk menghindari potensi risiko penipuan.

"Kami berkomitmen untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya," tegas Primandanu.

Selain itu, OJK juga menggandeng berbagai pihak untuk memperluas akses masyarakat ke produk keuangan yang aman dan terjangkau.

Kolaborasi ini dilakukan dengan pelaku industri serta institusi terkait guna menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan sektor Pasar Modal.

"Kami ingin memastikan bahwa semua pihak dapat menikmati manfaat dari perkembangan positif ini," tambah Primandanu.

Dengan perkembangan ini, sektor Pasar Modal di Kalimantan Tengah diprediksi akan terus bertumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Primandanu berharap peningkatan jumlah nasabah dan nilai penjualan produk APERD akan menjadi pendorong utama bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kami optimis terhadap potensi masa depan sektor Pasar Modal di wilayah ini," pungkasnya.(TESTI PRISCILLA/R)