PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz mengungkapkan perkembangan terbaru terkait sektor perusahaan pembiayaan di wilayah tersebut.

"Berdasarkan data terkini, jumlah piutang perusahaan pembiayaan per Januari 2025 mengalami penurunan signifikan sebesar Rp277,57 miliar, atau setara dengan -3,31 persen secara year-on-year atau yoy," kata Primandanu baru-baru ini.

Hal ini disampaikan Primandanu dalam Media Update Batang Garing atau Berbagi Berita tentang Perkembangan Industri Jasa Keuangan, Sosialiasi Pengenalan Pasar Modal Indonesia dan Halal Bihalal bersama insan pers pada Rabu, 16 April 2025.

Memimpin kegiatan ini Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz serta Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia atau BEI Kalimantan Tengah, Stephanus Cahyo Adiraja menyampaikan sosialisasi pasar modal.

Primandanu menjelaskan bahwa jumlah piutang tersebut turun dari Rp8,38 triliun pada Januari 2024 menjadi Rp8,11 triliun di periode yang sama tahun ini.

"Penurunan ini menjadi perhatian kami, terutama dalam menganalisis kondisi pasar dan daya beli masyarakat," ujarnya.

Meski terjadi penurunan jumlah piutang, tingkat non-performing financing atau NPF tercatat berada pada level 2,04 persen.T

ingkat NPF tersebut masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator, menandakan bahwa pengelolaan kredit perusahaan pembiayaan di Kalimantan Tengah relatif terkendali.

Primandanu menambahkan bahwa tantangan ekonomi global dan regional turut memberikan dampak terhadap penurunan ini.

endati demikian, ia optimistis sektor pembiayaan di Kalimantan Tengah dapat pulih seiring dengan upaya peningkatan kualitas pembiayaan dan kebijakan strategis.

OJK Kalimantan Tengah juga terus berupaya memastikan stabilitas dan keberlanjutan sektor perusahaan pembiayaan.

Langkah proaktif seperti peningkatan literasi keuangan masyarakat dan pengawasan ketat terhadap perusahaan pembiayaan menjadi fokus utama.

"Ke depan, kami berharap sektor pembiayaan dapat kembali tumbuh dan memberikan kontribusi yang positif bagi perekonomian daerah," tutur Primandanu.(TESTI PRISCILLA/R)