PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya Arif M Norkim menyoroti kondisi Muara Sebangau yang kerap mengalami kekeringan saat musim kemarau. 

Kondisi ini dinilai menghambat aktivitas warga, terutama mereka yang bergantung pada sektor perikanan dan kegiatan ekonomi yang bergantung pada sumber daya air.

Menurut Arif, pendangkalan dan berkurangnya volume air di muara tersebut berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat sekitar. 

Tidak hanya mengganggu aliran air, tetapi juga menurunkan produktivitas usaha perikanan yang menjadi mata pencaharian warga.

"Muara Sebangau yang dangkal saat musim kemarau menyulitkan aliran air masuk. Hal ini jelas berdampak pada aktivitas nelayan dan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan," ungkap Arif, Kamis 17 April 2025.

Ia menilai, perlu adanya langkah konkret dari pemerintah kota, seperti program normalisasi atau pengerukan muara. 

Langkah ini tidak hanya penting untuk menjaga kestabilan ekosistem air, tetapi juga sebagai upaya mitigasi bencana banjir saat musim penghujan tiba.

"Normalisasi itu penting, bukan hanya untuk mencegah banjir, tapi juga mendukung pengembangan usaha perikanan dan potensi pariwisata air di kawasan tersebut," tegasnya.

Arif berharap usulan ini bisa segera ditindaklanjuti, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung, baik dari sisi ekonomi maupun keberlanjutan lingkungan. (MARINI/j)