BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia atau BEI Provinsi Kalimantan Tengah, Stephanus Cahyo Adiraja, menyatakan bahwa saat ini di wilayah kerjanya terdapat 11 Galeri Investasi di tingkat perguruan tinggi dan 13 Galeri Investasi Edukasi di tingkat SMA/SMK.
Hal ini disampaikannya terkait dengan program Road to Capital Market Summit & Expo atau Road to CMSE 2025 yang sedang berlangsung dan diselenggarakan di seluruh Kantor Perwakilan BEI di seluruh Indonesia dengan melibatkan semua Galeri Investasi dan Galeri Investasi Edukasi yang ada di masing-masing Kantor Perwakilan.
"Untuk saat ini di wilayah Kantor Perwakilan BEI Kalimantan Tengah terdapat 11 Galeri Investasi tingkat kampus/perguruan tinggi dan 13 Galeri Investasi Edukasi tingkat SMA/SMK. Dengan melibatkan semua Galeri Investasi dan Galeri Investasi Edukasi diharapkan bisa memberikan edukasi dan meningkatkan literasi serta inklusi pasar modal di masyarakat dan membuka akses lebih luas bagi calon-calon investor di Kalimantan Tengah," kata Cahyo kepada Borneonews pada Kamis, 17 April 2025.
Upaya ini menurutnya bertujuan memberikan edukasi dan meningkatkan literasi serta inklusi pasar modal di masyarakat Kalimantan Tengah.
Dengan melibatkan Galeri Investasi dan Galeri Investasi Edukasi, BEI Kalimantan Tengah berharap dapat membuka akses yang lebih luas bagi calon-calon investor.
"Langkah ini diharapkan mampu memperkenalkan masyarakat pada pentingnya investasi di pasar modal sejak dini, serta menciptakan budaya investasi yang positif," harap Cahyo.
Sementara itu, Direktur Utama BEI, Iman Rachman, mengungkapkan bahwa BEI telah memulai sejumlah kegiatan dalam rangka Road to Capital Market Summit & Expo atau CMSE 2025 ini. Salah satu diantaranya adalah pembukaan 1.000 rekening efek oleh civitas akademika dalam acara Gebyar Ramadan Keuangan atau GERAK Syariah 2025 di Bangka Belitung pada Senin, 10 Maret 2025 bekerja sama dengan IAIN SAS Bangka Belitung dan PT Phintraco Sekuritas.
Selain itu, BEI juga memulai komitmen inklusi 10.000 akun reksa dana yang berlangsung dari 10 Maret hingga November 2025 di beberapa cabang bank di Kota Jambi. Inisiatif ini bekerja sama dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) cabang Jambi.
Rangkaian Road to CMSE 2025 juga akan berlangsung di beberapa daerah hingga November 2025. Salah satu kegiatannya adalah Permainan Berburu Galeri Investasi (PABGI) yang akan digelar di Mataram. Kegiatan ini bertujuan memperluas pemahaman mengenai pasar modal melalui pendekatan yang kreatif dan menyenangkan.
Di Nusa Tenggara Barat (NTB), BEI merencanakan pembukaan akun investasi khusus untuk guru penggerak. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperluas inklusi investasi di kalangan pendidik yang diharapkan menjadi role model dalam masyarakat.
Tidak ketinggalan, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu akan menggelar Sekolah Pasar Modal. Kegiatan ini menargetkan mahasiswa agar lebih memahami fungsi dan manfaat pasar modal, serta membekali mereka dengan kemampuan investasi.
Di Jawa Tengah, BEI bersama lima perguruan tinggi, seperti Universitas Muria Kudus dan Universitas Muhammadiyah Semarang, akan mengadakan Roadshow Sekolah Pasar Modal. Aktivitas ini juga melibatkan dosen serta civitas akademika lainnya untuk memperluas wawasan investasi di lingkungan kampus.
Iman Rachman menegaskan bahwa rangkaian kegiatan Road to CMSE 2025 dirancang untuk meningkatkan inklusi keuangan dan memperluas jangkauan edukasi pasar modal di masyarakat. Inisiatif ini menjadi bukti komitmen BEI dalam mengembangkan ekosistem pasar modal yang inklusif.
"Dengan berbagai kegiatan dan program yang dilaksanakan, BEI berharap dapat menciptakan masyarakat Indonesia yang lebih melek investasi dan mampu memanfaatkan pasar modal sebagai sarana untuk mencapai tujuan keuangan mereka," tutur Imam lagi. (TESTI PRISCILLA/j)









