BORNEONEWS, Sampit -- Masih belum terungkap siapa pelaku pembunuhan Anang Bahransyah alias Neneng (55) warga Kecamatan Baamang, yang tewas pada Selasa (4/10/2016). Kini kasus pembunuhan kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kali ini seorang Kepala Unit Satpam PT Agro Karya Prima Lestari (PT AKPL) bernama Adolop Gabriel (59) yang juga purnawirawan TNI, menjadi korbannya.
Dia ditemukan tewas di Blok K-2 Divisi 4 Tajur Beras Estate, Desa Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, Kotim, Kamis (6/10/2016) sekitar pukul 20.00 WIB. Dengan kondisi tubuh bagian paha kanan dan kiri alami memar, mulut berbusa, serta bagian kakinya ada luka yang belum diketahui apakah karena benda tajam atau lainnya. Diduga kuat korban tewas karena dibunuh.
“Saat saya diberitahu bahwa ayah saya tewas, kondisinya mengalami luka di bagian kaki, serta kedua pahanya memar seperti bekas pukulan benda tumpul,” ujar Jeksen, salah satu anak korban, saat ditemui Borneonews, di kamar jenazah RSUD Dr Murjani Sampit, Jumat (7/10/2016).
Jeksen menjelaskan, kejadian tersebut bermula ketika sang ayah memimpin patroli bersama sejumlah anggota satpam lainnya. Kerika berada di Blok K-2 Divisi 4 Tajur Beras Estate, mereka melihat ada inidikasi terjadi tindak pidana pencurian.
Sehingga mereka yang saat itu berpatroli menggunakan mobil langsung turun untuk melakukan pengontrolan. Setelah keluar mobil, mereka berpencar. Namun anggota lain tidak melihat adanya pelaku pencurian buah sawit di kebun tersebut. Sehingga mereka langsung kembali ke mobil patroli itu.
Namun sesampainya di mobil, mereka bingung, karena korban tidak ada di tempat itu. Sehingga mereka berinisiatif melakukan pencarian, dan kembali ke dalam kebun.
Tidak berapa lama melakukan pencarian, ternyata mereka menemukan jasad korban sudah tergeletak di tanah. Dengan kondisi kedua belah pahanya memar, dan juga ada luka bekas benda tajam di kakinya.
“Kami hanya berharap agar kematian ayah ini diungkap. Sedangkan saat ini kami menunggu visum. Setelah hal itu dilakukan, maka jasad ayah saya akan langsung dibawa ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk disemayamkan,” kata Jeksen.
Sementara, Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan melalui Kapolsek Mentaya Hulu Iptu Afip Hasan menyatakan, saat ini mereka masih melakukan penyelidikan atas kasus penemuan mayat di daerah perkebunan tersebut.
“Penyelidikan masih berlangsung, diduga kuat korban tewas akibat adanya penganiayaan,” ungkap Afip.
Selain itu, polisi juga masih menunggu hasil visum dari dokter RSUD Dr Murjani Sampit. Hal itu dilakukan untuk mengetahui penyebab tewasnya korban. Tidak hanya itu, polisi juga mengendus adanya tindak pidana pembunuhan, dan saat ini masih melakukan pencarian terhadap pelakunya. (MH/*)








