BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, melakukan normalisasi irigasi sebagai langkah strategis untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Kami sekarang sedang menggalakkan program ketahanan pangan sesuai instruksi Presiden, agar negara kita swasembada pangan dan untuk mewujudkan itu membutuhkan saluran irigasi yang baik,” kata Bupati Kotim Halikinnor di Sampit, Kamis, 17 April 2025.
Normalisasi saluran irigasi merupakan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Langkah ini sejalan dengan program prioritas nasional yang menargetkan swasembada pangan sebagai pilar ketahanan pangan nasional.
Sementara selama ini, masalah irigasi menjadi kendala dalam mengoptimalkan pertanian di Kecamatan Teluk Sampit. Kondisi ini akibat pendangkalan di muara sungai dan kawasan itu termasuk hutan lindung.
“Kendala kita untuk melakukan normalisasi irigasi itu karena muara sungai yang dangkal dan itu dulunya masuk kawasan hutan lindung sehingga kita tidak boleh menggarapnya,” ujarnya.
Di tengah hambatan status kawasan, Pemkab Kotim mendapat angin segar dari BWS Kalimantan II yang memprogramkan normalisasi sungai pada dua titik dengan anggaran kurang lebih Rp9 miliar.
Pemkab Kotim menyambut baik dan sangat mendukung program BWS Kalimantan II ini. Meskipun, area target normalisasi itu ada yang berstatus APL dan kawasan hutan lindung, namun dengan program dari balai tentu peluang realisasinya lebih besar.
Halikinnor menambahkan, Kotim memiliki potensi yang sangat besar di sektor pertanian dan saat ini Kotim menduduki peringkat tiga dalam hal terluas tanam padi di Provinsi Kalimantan Tengah.
Ia berharap dengan dilakukannya normalisasi saluran irigasi ini sektor pertanian di Kotim bisa lebih optimal dan memberikan kontribusi yang lebih besar dalam program ketahanan pangan nasional.
“Kami juga berharap semua masyarakat mendukung, karena manfaatnya sangat besar. Bukan hanya untuk ketahanan pangan tapi juga kelancaran transportasi bagi mereka yang masih menggunakan jalur sungai itu,” ucapnya.
Sementara itu, Dandim 1015/Sampit Letkol Inf Muhammad Tandri Subrata menyatakan siap mendukung upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan normalisasi sungai maupun saluran irigasi.
“Pada prinsipnya kami mendukung upaya Pemkab Kotim ini. Kami bersama Polres Kotim siap membantu terutama dalam hal pengamanan. Namun, yang penting untuk diperhatikan adalah sosialisasi kepada masyarakat,” ucapnya.









