SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah Halikinnor menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menggencarkan sosialisasi tentang hal-hal yang bisa memicu terjadinya kebakaran, terutama berkaitan korsleting listrik.

“Nanti coba instansi terkait adakan sosialisasi libatkan PLN misalnya tentang berapa lama jaringan listrik itu bisa digunakan dan waktu untuk menggantinya, supaya warga tau dan bisa bersama-sama mengantisipasi,” kata Halikinnor di Sampit, Kamis, 17 April 2025.

Instruksi ini khususnya ditujukan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar masyarakat lebih mengantisipasi terjadinya kebakaran.

Dalam kegiatan ini, OPD terkait diminta turut melibatkan Perusahaan Listrik Negara (PLN) setempat mengingat sebagian besar kejadian kebakaran bangunan di Kotim dipicu adanya korsleting listrik.

Terlebih seiring berjalannya waktu, standar hidup masyarakat mungkin berubah. Contohnya yang dulu tidak menggunakan AC, sekarang rumahnya sudah dilengkapi AC. Penggunaan peralatan elektronik seperti ini juga perlu memperhatikan kapasitas listrik yang ada.

“Musibah kebakaran tentu menjadi keprihatinan kita semua. Meskipun yang namanya musibah itu tidak bisa diprediksi, setidaknya kita bisa mengantisipasi. Misalnya, dengan memperbaharui jaringan listrik secara berkala,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Disdamkarmat Kotim Atimaraahini menyampaikan dua peristiwa kebakaran terjadi di wilayah Kota Sampit pada Rabu (16/4) kemarin.

Kebakaran pertama terjadi di STIH Habaring Hurung Jalan Merak, sekitar pukul 03:12 WIB, meliputi bangunan kantor pelayanan. Kejadian ini menghanguskan sebagian besar ruangan kantor yang ada di perguruan tinggi tersebut.

Lalu, kebakaran kedua di Jalan Sukabumi sekitar kawasan Pasar Keramat, meliputi tiga bangunan rumah warga. Api pertama kali terlihat dari bagian atap salah satu bangunan rumah bertingkat, api kemudian menjalar menghanguskan dua bangunan rumah di sekitarnya.

Dalam pemadaman kebakaran itu, Disdamkarmat Kotim dibantu oleh BPBD, PDAM, PLN, Redkar Ketapi 3, Redkar Baamang, dan forum koordinasi kelurahan setempat.

“Penyebab kebakaran masih kami telusuri, tetapi dugaan sementara kebakaran pada dua lokasi ini dipicu korsleting listrik, khususnya kebakaran di Jalan Sukabumi, keterangan dari pemilik rumah api berasal dari lantai dua,” demikian Atimaraahini.