PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong percepatan akses keuangan di daerah dengan menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD Tahun 2025.

Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada para pemangku kepentingan yang telah mendukung penuh terselenggaranya kegiatan ini.

"Akses keuangan berperan sebagai katalis penting dalam pengembangan ekonomi daerah," kata Primandanu pada Jumat, 18 April 2025.

Primandanu menjelaskan bahwa kemudahan mendapatkan layanan keuangan, seperti kredit, tabungan, dan pembiayaan usaha, merupakan langkah strategis untuk memajukan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

"Dengan berkembangnya UMKM, lapangan kerja baru tercipta, dan sirkulasi ekonomi lokal pun meningkat," bebernya.

Kepala OJK juga berharap melalui upaya yang konsisten, akses keuangan dapat lebih merata di seluruh daerah, sehingga mampu mengurangi kesenjangan antarwilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Rapat koordinasi tersebut berlangsung di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, dengan dihadiri Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mewakili Gubernur, serta seluruh Bupati dan Walikota atau perwakilannya. Selain itu, turut hadir Direktur Kepatuhan PT BPD Kalimantan Tengah, Pemimpin Lembaga Jasa Keuangan di Kota Palangka Raya, dan anggota TPAKD dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah.

Saat ini, TPAKD telah terbentuk di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota secara nasional, termasuk di Kalimantan Tengah. Di wilayah ini, terdapat satu TPAKD tingkat provinsi dan 14 TPAKD di tingkat kabupaten/kota. Keberadaan TPAKD ini mencerminkan langkah nyata dalam mendukung pertumbuhan inklusi keuangan di seluruh pelosok negeri.

Primandanu juga menegaskan pentingnya sinergi antara OJK, pemerintah daerah, dan lembaga jasa keuangan dalam mempercepat akses keuangan. Ia mengungkapkan bahwa melalui kolaborasi yang erat, berbagai program strategis seperti kredit usaha rakyat (KUR) dan pembiayaan bagi UMKM dapat diimplementasikan secara efektif.

"Kami percaya bahwa kerja sama ini adalah kunci untuk membuka peluang baru bagi masyarakat," ujarnya.

Dengan berlangsungnya rapat koordinasi ini, OJK Kalimantan Tengah optimis bahwa berbagai program inovatif untuk mendukung akses keuangan akan terus berkembang. Primandanu Febriyan Aziz menyampaikan harapan besar agar upaya bersama ini dapat membawa perubahan nyata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah secara signifikan. (TESTI PRISCILLA/H)