BORNEONEWS, Palangka Raya - Neraca perdagangan internasional Kalimantan Tengah pada Februari 2025 mencatatkan nilai positif dengan surplus sebesar US$300,89 juta. Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyatakan bahwa surplus tersebut mengalami peningkatan sebesar 2,62 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar US$293,22 juta.
"Kami melihat adanya tren positif dalam perdagangan luar negeri daerah ini, meskipun dalam beberapa aspek masih ada penurunan dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Agnes pada Jumat, 18 April 2025.
Namun, jika dibandingkan dengan Februari 2024, neraca perdagangan luar negeri Kalimantan Tengah mengalami penurunan cukup signifikan. Surplus perdagangan turun sebesar 26,70 persen dari US$410,48 juta menjadi US$300,89 juta. Agnes menjelaskan bahwa penurunan ini merupakan dampak dari beberapa faktor eksternal yang memengaruhi nilai ekspor dan impor wilayah tersebut.
Secara kumulatif, neraca perdagangan internasional Kalimantan Tengah selama Januari-Februari 2025 juga mencatatkan penurunan. Total nilai surplus dalam periode tersebut mencapai US$594,11 juta, turun 24,86 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024 yang mencatatkan angka sebesar US$790,70 juta.
"Penurunan kumulatif ini menunjukkan perlunya diversifikasi komoditas ekspor dan peningkatan daya saing di pasar internasional," tambah Agnes.
Meski mengalami penurunan secara tahunan, Agnes tetap optimis bahwa Kalimantan Tengah memiliki potensi besar untuk meningkatkan surplus perdagangan di masa depan. Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah bersama pihak terkait terus berupaya untuk mendorong peningkatan produksi komoditas unggulan serta memperluas jaringan pasar internasional. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari faktor eksternal.
Sebagai informasi tambahan, sektor yang menjadi penyumbang utama surplus perdagangan Kalimantan Tengah meliputi hasil tambang dan produk agraris.
"Kami berharap para pelaku usaha dapat terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas produk sehingga mampu bersaing dengan produk serupa dari negara lain," kata Agnes.
Dengan demikian, meskipun tantangan tetap ada, tren positif di neraca perdagangan bulan Februari 2025 memberikan harapan bagi Kalimantan Tengah untuk terus berkembang dan memperkuat posisinya dalam perdagangan internasional. Upaya kolaboratif antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk mencapai target tersebut. (TESTI PRISCILLA/H)









