BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menegaskan pentingnya percepatan inklusi keuangan sebagai indikator utama pembangunan dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional atau RPJPN 2025–2045.
"Dalam RPJPN, ditetapkan target inklusi keuangan yang mencapai 98 persen pada tahun 2045," kata Primandanu pada Jumat, 18 April 2025.
Primandanu berharap langkah-langkah strategis yang dilakukan saat ini dapat mewujudkan target tersebut.
Melalui rapat koordinasi yang diadakan bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD di Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu menyampaikan bahwa program-program kerja TPAKD harus sejalan dengan Prioritas Program Asta Cita Pemerintah serta RPJPN dan RPJMN.
"Saya berharap upaya ini dapat mendukung pembangunan inklusi keuangan yang merata di seluruh daerah, khususnya di Kalimantan Tengah," ujar Primandanu.
Kolaborasi menjadi kunci utama dalam mendorong percepatan akses keuangan di wilayah ini. Primandanu menekankan bahwa sinergi antara pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, harus terus terjalin. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan kebutuhan akses keuangan bagi masyarakat di daerah-daerah terpencil dapat terpenuhi.
Selain itu, Primandanu juga menyoroti pentingnya pengembangan program-program yang inovatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Program-program ini harus dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok yang selama ini belum memiliki akses ke layanan keuangan.
"Pendekatan yang inklusif dan berbasis kebutuhan lokal akan mempercepat pencapaian target yang telah ditetapkan," tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, OJK bersama TPAKD akan terus memantau kemajuan program-program inklusi keuangan di Kalimantan Tengah. Upaya evaluasi dan penyempurnaan akan dilakukan secara berkala untuk memastikan program-program tersebut berjalan efektif dan tepat sasaran.
Primandanu Febriyan Aziz optimistis bahwa dengan sinergi yang kuat dan komitmen bersama, target inklusi keuangan nasional akan tercapai.
"Kami berkomitmen untuk terus mendukung berbagai inisiatif yang bertujuan memberikan akses keuangan yang lebih luas dan merata bagi masyarakat di seluruh daerah," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)









