BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Hasan Busyairi, menegaskan bahwa upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) memiliki keterkaitan langsung dengan indeks kualitas udara serta kondisi kesehatan masyarakat di Palangka Raya.
Menurutnya, setiap tahun Palangka Raya selalu menghadapi ancaman Karhutla, terutama saat musim kemarau.
Jika tidak dikendalikan dengan baik, Karhutla dapat menimbulkan kabut asap yang berdampak buruk bagi kesehatan, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
“Pengendalian Karhutla tidak hanya soal menjaga lingkungan, tapi juga berkaitan langsung dengan kualitas udara yang kita hirup sehari-hari dan berdampak pada kesehatan masyarakat,” ujar Hasan, Jumat 18 April 2025.
Ia menambahkan, perlu adanya sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam mencegah terjadinya Karhutla.
--page
Edukasi serta pengawasan terhadap pembukaan lahan dengan cara membakar harus terus digalakkan agar masyarakat lebih sadar akan dampaknya.
Hasan juga mendorong peningkatan fasilitas dan kesiapsiagaan satuan tugas Karhutla, termasuk penyediaan alat pemadam, sistem peringatan dini, dan dukungan logistik di lapangan.
“Semakin cepat kita bertindak dalam mencegah dan menangani Karhutla, maka semakin kecil dampak negatif yang ditimbulkan bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Ia berharap langkah-langkah pencegahan dapat diintensifkan sejak dini agar Palangka Raya terhindar dari bencana asap seperti yang pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya. (MARINI/y)









