BORNEONEWS, Sampit – Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Akhyannoor mendorong Perum Bulog setempat untuk lebih optimal dalam menyerap hasil panen petani, khususnya di Desa Lampuyang, yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi di daerah tersebut.
Akhyannoor mengingatkan bahwa sesuai amanat Presiden RI, harga pembelian gabah oleh Bulog selama panen raya di seluruh Indonesia telah ditetapkan melalui Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani di tengah fluktuasi pasar.
“Harapan kami, Bulog di Kotim bisa maksimal menyerap hasil panen petani, khususnya di Desa Lampuyang. Karena kiita saat ini masih mendengar ada sebagian hasil panen yang belum terbeli. Ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah agar sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat,” kata Akhyannoor, Jumat, 18 April 2025.
Ia menambahkan, keberhasilan panen raya beberapa waktu lalu menunjukkan potensi besar pertanian Kotim. Bahkan, di Desa Lampuyang, dalam satu hektare sawah ada yang berhasil panen mencapai 5,5 ton gabah. Namun, menurutnya, potensi ini masih bisa ditingkatkan lebih jauh.
“Kita lihat di daerah seperti Lombok, hasil panen bisa mencapai 11 ton per hektare. Ini akan kita pelajari. Kita akan studi tiru untuk mengetahui jenis padi yang ditanam dan metode pengelolaannya, agar petani kita juga bisa meningkatkan produksinya,” ujarnya.
Akhyannoor juga mendorong dukungan anggaran dari pemerintah daerah, agar petani memiliki akses lebih mudah terhadap pupuk, bibit unggul, dan pengelolaan lahan secara berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan sektor pertanian bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan dan perekonomian daerah.
“Jika Bulog optimal menyerap hasil panen, petani akan punya modal untuk musim tanam berikutnya. Ini akan menjadi siklus yang baik bagi pertanian kita,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









