BORNEONEWS, Sampit – Kelangkaan pupuk subsidi menjadi kendala bagi para petani di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Kepala Desa Lampuyang, Muksin, mengungkapkan bahwa jumlah pupuk yang diterima tahun ini jauh lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Pupuk subsidi tahun ini berkurang, tidak seperti tahun-tahun dulu. Jumlahnya tidak sesuai dengan RDKK," ujar Muksin, Jumat, 18 April 2025.
Desa Lampuyang memiliki lahan sawah seluas 4.500 hektare dari total potensi lahan 8.000 hektare. Kebutuhan pupuk pun cukup besar.
"Dalam satu hektare misalnya dibutuhkan 6 sak, berarti tiga kwintal, tapi kami hanya menerima 10 sak dalam satu musim. Berarti kan kurang," jelas Muksin.
Ia menambahkan, seharusnya setiap hektare menerima 2 sak pupuk untuk dua musim tanam, atau sekitar 2 ton per musim. Namun, rata-rata yang petani peroleh hanya 1 ton.
"Sejauh ini menang kendala pupuk ini berpotensi menurunkan produktivitas. Kalau banyak kendala, hasilnya hanya 2 sampai 3,5 ton produksi padi, apalagi kalau pupuk kurang," terangnya.
Namun demikian, Muksin bersyukur hasil panen tahun ini tetap baik. Meski distribusi pupuk untuk petaninya kurang pada tahun ini. Namun, kedepannya perlu pengawasan penyaluran pupuk subsidi sehingga ke depannya kebutuhan pupuk petani terpenuhi dan hasil produksi padi meningkat.
"Alhamdulillah tahun ini hasilnya bagus. Meski pupuk tidak sesuai target, tapi alhamdulillah padinya cukup bagus pertumbuhannya. Mencapai 5,5 ton per hektare, minimal 4 ton," tuturnya. (DEVIANA/j)









