NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Wakil Bupati Lamandau, Abdul Hamid menyadari pentingnya peningkatan kompetensi dan edukasi bagi petani sebagai upaya untuk mendorong produktivitas sektor pertanian. Ia menegaskan bahwa para petani perlu dibekali pengetahuan yang memadai, tidak hanya sebatas kemampuan bercocok tanam.

“Saya beberapa kali turun langsung mendengarkan keluh kesah petani. Sekarang petani tidak hanya bisa bercocok tanam, tapi juga harus bisa diedukasi,” ujar Wabub pada Jumat (18/4).

Hamid menjelaskan bahwa produktivitas lahan tidak akan optimal jika pengelolaannya hanya dilakukan secara konvensional. Ia mencontohkan pentingnya pemahaman terhadap tingkat keasaman tanah (pH) serta kemampuan dalam mengoperasikan alat dan teknologi pertanian.

“Nanti kalau hanya ditanami, tahu-tahu hasilnya jelek atau rusak. Tapi kalau dia tahu, misalnya pH tanahnya 7 atau 8, insya Allah tanah itu akan mendukung hasil yang bagus,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Lamandau, lanjut dia, berkomitmen untuk menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan guna mendukung peningkatan kompetensi petani. Ia meyakini bahwa kemajuan sektor pertanian akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan kemakmuran bangsa.

“Karena saya yakin, kalau petaninya sejahtera, negara pasti makmur,” tegasnya.

Ia menambahkan, dengan sinergi antara pemerintah dan petani, diharapkan sektor pertanian di Kabupaten berjuluk Bumi Bahaum Bakuba ini semakin berkembang dan mampu menopang ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan. (din/j)