NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamandau, Abdul Kohar berharap semakin banyak sekolah di daerah ini yang meraih penghargaan Adiwiyata yang merupakan apresiasi terhadap komitmen pelestarian lingkungan.

“Targetnya bukan sekadar meraih Adiwiyata, tetapi bagaimana komitmen kita bersama dalam mewujudkan pelestarian lingkungan. Makanya seluruh sekolah diharapkan melaksanakan aksi konkret,” kata Kohar.

Kadisdik menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya karena tahun ini ada delapan sekolah di Kabupaten Lamandau yang meraih penghargaan Adiwiyata, yakni lima sekolah terima Adiwiyata Nasional dan tiga sekolah menerima penghargaan Adiwiyata Mandiri dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 1233 Tahun 2025 menyebutkan bahwa dari hasil penilaian yang telah dilakukan, KLHK menetapkan 512 Sekolah Adiwiyata Nasional dan 208 Sekolah Adiwiyata Mandiri.

Sekolah yang mendapatkan penghargaan ini telah melakukan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) yang dibuktikan dengan melaksanakan 6 aspek perilaku ramah lingkungan hidup.

Enam aspek itu di antaranya menjaga kebersihan, fungsi sanitasi dan drainase, menanam dan memelihara tanaman, mengelola sampah dengan 3R, konservasi air, konservasi energi, inovasi terkait Penerapan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH).

“Kami berharap ini bisa menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lainnya untuk lebih giat lagi dalam melakukan kegiatan-kegiatan pelestarian lingkungan,” harapnya.

Lebih jauh disampaikannya, nilai positif yang didapat dari upaya bersama ini adalah ditanamkannya sejak dini kecintaan terhadap lingkungan kepada peserta didik. Harapannya, para generasi penerus tersebut akan menjadi garda terdepan dalam melestarikan lingkungan secara berkelanjutan. (din/j)