NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra meminta para camat di daerah setempat untuk segera menanggapi keluhan masyarakat dan peka dengan situasi di wilayah kerjanya masing-masing. Hal itu diungkapkannya saat memimpin rapat evaluasi camat, baru-baru ini.

Bupati menjelaskan, hal itu bertujuan untuk mewujudkan pelayanan yang serba tanggap dan cepat tertangani. Pasalnya, pemerintah harus benar-benar ada di tengah masyarakat. Pun demikian ia meminta para camat untuk tidak meninggalkan kantor jika tidak ada keperluan yang sangat mendesak.

“Saya beberapa kali mendapat laporan jika ada beberapa camat yang jarang ngantor, atau datang ke kantor hanya sekedar isi presensi. Hal ini tidak boleh terjadi lagi,” tegas Bupati.

Bupati Rizky menekankan, para camat harus tanggap, lantaran masyarakat saat ini sudah kritis, terutama terhadap pemerintah. Selain itu, sudah menjadi sebuah kewajiban seluruh ASN, termasuk para camat untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

“Sekarang, hubungan masyarakat dan pemerintah sudah tidak ada sekat atau batas. Karena, saat ini banyak kemudahan untuk melapor, mengadu, baik lewat media sosial ataupun langsung,” ujarnya.

Maka dari itu, lanjut dia, untuk mewujudkan pelayanan yang cepat dan tanggap kepada masyarakat, orang nomor satu di Kabupaten berjuluk Bumi Bahaum Bakuba tersebut meminta camat selalu stanby. Harapannya, masyarakat Kabupaten Lamandau merasa terlayani secara baik dan maksimal.

Bahkan, Bupati termuda di Kalimantan Tengah tersebut menyarankan kepada para camat untuk mengundurkan diri jika merasa tidak mampu menjalankan tugas dan kewajibannya.

“Saya kira para camat sudah memahaminya, jika merasa tidak mampu lebih baik mengundurkan diri dari sekarang,” tandasnya. (din/j)