BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan tingkat penghunian kamar atau TPK hotel berbintang di provinsi ini menunjukkan peningkatan signifikan pada awal tahun 2025.
"Pada bulan Januari, TPK mencapai angka 40,30 persen, sementara Februari mencatat kenaikan menjadi 46,79 persen," kata Agnes pada Sabtu, 19 April 2025.
Jumlah tamu yang menginap di hotel berbintang selama dua bulan pertama tahun 2025 juga tercatat cukup tinggi.
"Pada Januari, tercatat sebanyak 38.871 orang, sementara Februari sedikit menurun menjadi 36.183 orang," tuturnya.
Agnes menjelaskan bahwa data ini mencerminkan minat masyarakat dan wisatawan terhadap fasilitas hotel berbintang di Kalimantan Tengah.
Di sisi lain, TPK hotel non bintang selama periode yang sama menunjukkan stabilitas meskipun berada pada tingkat yang lebih rendah dibandingkan hotel berbintang. Pada Januari, TPK hotel non bintang tercatat sebesar 21,66 persen, sedikit menurun menjadi 21,24 persen di bulan Februari.
Jumlah tamu yang menginap di hotel non bintang juga mengalami penurunan dari bulan ke bulan.
"Pada Januari, jumlah tamu mencapai 60.427 orang, sedangkan Februari mencatat penurunan menjadi 51.966 orang," terangnya.
Agnes menilai bahwa perbedaan ini kemungkinan besar terkait dengan preferensi pengunjung terhadap kualitas dan pelayanan yang ditawarkan.
Agnes menambahkan bahwa data ini penting untuk memberikan gambaran mengenai tren wisata dan kunjungan di Kalimantan Tengah.
"Statistik ini menjadi salah satu indikator yang dapat membantu para pelaku industri perhotelan untuk mengembangkan strategi guna menarik lebih banyak pengunjung," ujarnya.
Dengan adanya tren peningkatan pada hotel berbintang, serta stabilitas hotel non bintang, diharapkan industri perhotelan di Kalimantan Tengah dapat terus berkembang dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah. Agnes juga menyarankan adanya inovasi dari pihak hotel untuk mengoptimalkan potensi pasar yang ada. (TESTI PRISCILLA/H)









