PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam upaya mendukung percepatan akses keuangan di daerah, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD Provinsi Kalimantan Tengah berhasil menunjukkan kemajuan signifikan melalui Program Kredit Pembiayaan Melawan Rentenir atau K/PMR selama periode Januari hingga Desember 2024.

Menurut Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir dan memberikan solusi pembiayaan yang lebih bersahabat serta terjangkau.

Primandanu Febriyan Aziz menyampaikan bahwa PT BPD Kalimantan Tengah menjadi salah satu lembaga perbankan yang aktif dalam mendukung program ini.

"Kredit UMKM Berkah merupakan salah satu produk yang paling menonjol, berhasil disalurkan kepada 617 debitur dengan total plafon mencapai Rp6.213.100.000,-. Produk ini ditujukan untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat berkembang secara berkelanjutan," kata Primandanu pada Sabtu, 19 April 2025.

Selain Kredit UMKM Berkah, PT BPD Kalimantan Tengah juga menawarkan Kredit Betang Berkah, yang berhasil disalurkan kepada 289 debitur dengan total plafon sebesar Rp2.367.800.000,-. Kredit ini lebih fokus pada pembiayaan individu dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama yang berada di daerah-daerah terpencil.

Primandanu juga menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya dari segi angka, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat.

"Kami percaya bahwa akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau adalah kunci untuk membangun perekonomian daerah yang lebih kuat dan inklusif," ujarnya.

Ia berharap, program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Ke depan, TPAKD Kalimantan Tengah akan terus berinovasi untuk meningkatkan jangkauan program K/PMR. Salah satu fokusnya adalah menggandeng lebih banyak pemangku kepentingan untuk bersama-sama menciptakan solusi finansial yang efektif bagi masyarakat. Inisiatif ini diyakini mampu membuka peluang usaha baru sekaligus mengurangi praktik rentenir yang merugikan.

Dengan keberhasilan ini, TPAKD Kalimantan Tengah menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif. Program K/PMR menjadi salah satu bukti nyata bahwa akses keuangan yang lebih baik dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas, terutama di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/H)