SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Zainudin menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap penyaluran pupuk bersubsidi di wilayahnya.

Menurutnya, pupuk yang tersedia kerap kali tidak tepat sasaran dan berpotensi disalurkan ke kelapa sawit, bukan untuk petani pangan seperti yang seharusnya.

“Penyaluran pupuk harus diawasi baik oleh internal maupun eksternal. Kita tahu pupuk cepat habis karena digunakan masyarakat untuk memupuk sawit. Padahal regulasi dari kementerian sudah jelas pupuk dari poktan langsung ke petani,” kata Zainudin, Sabtu, 19 April 2025.

Ia menegaskan bahwa peran dinas terkait dan distributor sangat penting dalam memastikan pupuk benar-benar sampai ke petani tepat waktu dan tepat sasaran.

Ia menyoroti kasus seperti yang ia temui di Desa Lampuyang, di mana padi sudah masuk masa pemupukan, namun pupuk belum tiba di lokasi, meski stok pupuk sebenarnya tersedia.

“Saya minta distributor betul-betul serius. Jangan sampai petani sudah siap memupuk, tapi pupuknya belum datang. Ini bisa memicu keresahan di masyarakat,” ujarnya.

Zainudin juga menekankan pentingnya logistik dan armada dalam distribusi pupuk ke daerah-daerah pelosok, seperti Teluk Sampit.

Ia menyarankan agar disiapkan setidaknya 5 sampai 6 armada untuk mendistribusikan pupuk dalam jumlah besar ke kelompok tani, agar tidak ada keterlambatan.

“Pupuk itu sudah disiapkan oleh pemerintah, tinggal bagaimana pengalokasian dan distribusinya. Jangan hanya tepat waktu, tapi juga harus tepat sasaran,” tambahnya.

Ia berharap ke depan sektor pertanian mendapat perhatian lebih besar, terutama dalam penyediaan sarana, prasarana, dan pupuk yang menjadi kebutuhan utama petani agar bisa bertahan dan meningkatkan hasil pertanian. (DEWI PATMALASARI/R)