BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias menyatakan bahwa benang bintik merupakan simbol budaya dan hasil perjuangan inovatif dari para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
BI Kalteng, kata dia, terus mendorong pelestarian dan pengembangan produk khas daerah tersebut melalui berbagai dukungan, termasuk kolaborasi dengan para desainer.
“Benang bintik bukan hanya kain tradisional, tapi juga representasi nilai budaya dan semangat kewirausahaan masyarakat Kalteng. Ini perlu terus kita angkat agar bisa menembus pasar yang lebih luas,” ujar Yuliansah, Sabtu 19 April 2025.
BI Kalteng secara aktif menggandeng para pegiat desainer untuk berkolaborasi dengan UMKM dalam menciptakan produk-produk benang bintik yang bernilai tambah tinggi, baik dari sisi desain, kualitas, maupun pemasaran.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Bank Indonesia dalam mendorong penguatan ekonomi kreatif lokal dan memperluas daya saing UMKM Kalteng di kancah nasional dan internasional.
Yuliansah juga menegaskan bahwa benang bintik memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh sebagai ikon fesyen khas daerah yang modern namun tetap berakar pada nilai tradisi.
“Dengan pendekatan inovatif, kita bisa jadikan benang bintik sebagai identitas budaya sekaligus motor penggerak ekonomi daerah,” tutupnya. (MARINI/R)









