PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan pengamatan terhadap seluruh hotel berbintang di Pulau Kalimantan pada Februari 2025, Tingkat Penghunian Kamar atau TPK hotel berbintang tercatat bervariasi di masing-masing provinsi.

Kalimantan Selatan mencatatkan TPK tertinggi sebesar 53,29 persen, sedangkan Kalimantan Utara menjadi yang terendah dengan 41,39 persen. Sementara itu, rata-rata TPK hotel berbintang secara nasional berada pada angka 47,21 persen.

Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, seluruh provinsi di Kalimantan mengalami kenaikan TPK hotel berbintang.

Kenaikan terbesar tercatat di Kalimantan Utara sebesar 8,62 poin, diikuti Kalimantan Tengah dengan kenaikan sebesar 6,49 poin.

"Fenomena ini menunjukkan adanya dinamika positif di sektor pariwisata dan perhotelan, khususnya di Kalimantan Tengah," ujar Agnes pada Sabtu, 19 April 2025.

Meskipun kenaikan TPK terjadi di tingkat provinsi Kalimantan, secara nasional justru terjadi penurunan rata-rata TPK hotel berbintang pada Februari 2025.

Penurunan tersebut mencapai 1,17 poin dibandingkan Januari 2025, yaitu dari 48,38 persen menjadi 47,21 persen. Namun, angka tersebut tetap menunjukkan stabilitas penghunian kamar di beberapa wilayah strategis.

Agnes Widiastuti juga memaparkan perbandingan TPK hotel berbintang pada Februari 2025 dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Kalimantan Tengah mencatatkan peningkatan TPK tertinggi sebesar 3,30 poin, sedangkan Kalimantan Timur mengalami penurunan terdalam hingga 7,71 poin.

"Data ini memberikan gambaran penting bagi stakeholder pariwisata untuk meningkatkan strategi promosi dan pengelolaan hotel berbintang," jelasnya.

Secara rata-rata, TPK hotel berbintang di Indonesia pada Februari 2025 jika dibandingkan dengan Februari 2024 menunjukkan penurunan sebesar 2,24 poin.

Penurunan ini menjadi tantangan tersendiri bagi industri perhotelan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Namun, beberapa daerah seperti Kalimantan Tengah memberikan harapan dengan peningkatan yang signifikan.

Melalui data TPK yang disampaikan, Kepala BPS Kalimantan Tengah menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pengusaha hotel, dan sektor pariwisata untuk mengoptimalkan potensi yang ada.

"Kenaikan TPK di Kalimantan Tengah merupakan indikator positif, namun keberlanjutan dan pengembangan masih menjadi prioritas," tutur Agnes Widiastuti.(TESTI PRISCILLA/R)