PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pembangunan Gereja Maranatha di Kalimantan Tengah memasuki babak baru dengan peletakan batu pertama yang dilakukan langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran baru-baru ini.

Ketua Panitia Pelaksana Pembangunan Gereja Maranatha, Rawing Rambang menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan komitmen yang diberikan oleh Gubernur Kalteng.

"Ini adalah bagian dari komitmen beliau, bahkan sejak sebelum menjabat sebagai Gubernur," ujar Rawing pada Sabtu, 19 April 2025.

Rawing juga mengingat kembali momen ketika gereja ini mengalami kebakaran tahun lalu. Saat itu, Agustiar Sabran yang belum menjadi Gubernur Kalteng langsung hadir di lokasi, menunjukkan kepeduliannya terhadap keberagaman dan keharmonisan di Kalimantan Tengah.

"Saya pikir Gubernur kita yang terpilih ini luar biasa, beliau menjaga betul keberagaman di Kalimantan Tengah," tambahnya.

Pembangunan gereja ini diharapkan dapat selesai dalam waktu satu tahun. Rawing optimis bahwa target tersebut dapat tercapai dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

"Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah, terutama melalui Dinas PUPR," jelasnya.

Anggaran pembangunan gereja ini bersumber dari dana Dinas PUPR. Pada tahun ini, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp20 miliar, dan tahun depan akan dianggarkan lagi Rp20 miliar. Dengan demikian, total anggaran yang disiapkan untuk pembangunan gereja ini mencapai Rp40 miliar.

Peletakan batu pertama yang dilakukan Agustiar dianggap sebagai simbol penting dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung keberagaman dan toleransi antarumat beragama.

Gereja Maranatha diharapkan menjadi tempat ibadah yang tidak hanya megah, tetapi juga menjadi simbol persatuan di Kalimantan Tengah.

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari berbagai pihak, pembangunan Gereja Maranatha diharapkan dapat berjalan lancar dan selesai sesuai dengan harapan masyarakat.(TESTI PRISCILLA/R)