BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua II membidangi Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh, menyoroti pentingnya kesejahteraan keluarga dalam upaya mencegah terjadinya stunting pada anak.
Ia menekankan bahwa kondisi di mana tinggi badan anak lebih rendah dari rata-rata usianya akibat kekurangan gizi kronis, merupakan persoalan serius yang harus ditangani secara menyeluruh.
“Stunting terjadi karena kekurangan nutrisi dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu, memastikan kesejahteraan dalam keluarga adalah kunci agar kebutuhan gizi anak terpenuhi secara seimbang,” ujar Sri Ani Rintuh, Minggu 20 April 2025.
Ia menambahkan bahwa pencegahan stunting tidak hanya berkutat pada pemberian makanan tambahan atau bantuan sesaat, tetapi juga menyangkut kondisi sosial-ekonomi keluarga, edukasi orang tua, serta akses terhadap pelayanan kesehatan yang memadai.
Politisi PKB ini menekankan pentingnya sinergi antara berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga kesehatan, hingga kader posyandu dalam melakukan edukasi dan pendampingan kepada keluarga-keluarga, terutama di wilayah yang rentan.
--page
“Jika orang tua memiliki pemahaman yang cukup tentang gizi seimbang dan didukung oleh kondisi ekonomi yang layak, maka potensi anak mengalami stunting akan jauh berkurang,” jelasnya.
Sri Ani juga menyampaikan dukungannya terhadap program pemerintah kota yang menyasar penurunan angka stunting, namun ia mengingatkan agar kebijakan tersebut berbasis data dan melibatkan masyarakat secara aktif.
“Masalah stunting ini bukan sekadar urusan medis, tapi menyangkut masa depan generasi kita. Maka harus ditangani dari akar, mulai dari keluarga,” tegasnya. (MARINI/y)









