BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua II DPRD Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, mendorong pemerintah daerah untuk melakukan upaya pelestarian ikan lokal melalui program pelepasliaran di kawasan Danau Tahai.
Ia juga meminta agar kawasan wisata tersebut, diperindah dan dikembangkan sebagai sarana edukasi lingkungan dan pelestarian ikan khas Palangka Raya.
Menurutnya, Danau Tahai memiliki potensi besar bukan hanya sebagai objek wisata alam, tetapi juga sebagai kawasan konservasi yang dapat memperkenalkan pentingnya menjaga keberadaan ikan lokal seperti ikan gabus (haruan), patin, dan baung.
“Pelepasliaran ikan lokal di Danau Tahai bisa menjadi langkah nyata dalam menjaga ekosistem perairan kita, sekaligus memberi nilai edukatif bagi pengunjung, khususnya generasi muda,” ujar Nenie, Minggu 20 April 2025.
Ia menambahkan, jika kawasan Danau Tahai dipercantik dan dikelola secara maksimal, maka tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan, tetapi juga berdampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat sekitar.
--page
“Wisata berbasis edukasi lingkungan bisa menjadi daya tarik tersendiri. Selain menikmati keindahan alam, masyarakat juga mendapat wawasan tentang pentingnya menjaga spesies ikan lokal dari kepunahan,” jelasnya.
Nenie berharap pemerintah kota segera berkolaborasi dengan instansi terkait untuk merealisasikan program ini, agar Danau Tahai bisa menjadi ikon wisata edukatif yang membawa manfaat ekologis dan ekonomi bagi warga Palangka Raya. (MARINI/y)









